Amien Rais Mengaku Dikeluarkan dari PAN, Sekjen: Siapa yang Berani Pecat?
Dalam struktur kepengurusan partai, memang tidak tertera nama mantan ketua MPR itu.
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM- Amien Rais membuat pengakuan mengejutkan terkait kiprahnya di politik.
Amien Rais mengaku kini tak lagi berada di Partai Amanat Nasional (PAN). Alasannya, Amien Rais mengaku dikeluarkan dari partai.
Dalam struktur kepengurusan partai, memang tidak tertera nama mantan Ketua MPR itu. Namun, keterangan tersebut langsung dibantah fungsionaris PAN. Simak selanjutnya:
1. Amien Rais mengaku dikeluarkan PAN
Amien Rais mengaku telah dikeluarkan dari PAN karena perbedaan prinsip dalam menjalankan roda partai ke depan.
"Saya tidak di PAN sama sekali, saya sudah dikeluarkan anak buah saya karena berbeda prinsip," kata Amien Rais dalam acara diskusi virtual bertema Bahaya Komunisme di Dunia Islam dalam chanel Youtube UTZ Offivcial, Jakarta, Kamis (23/7/2020).
"Saya katakan adik-adik ku, para kader-kader ku yang cerdas dan pandai-pandai berhitunglah dengan rasional, di atas itu juga berhitung dengan keimanan," lanjut Amien Rais.
Menurut Amien Rais, perbedaan prinsip tersebut karena PAN yang saat ini di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan berencana akan bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kalau anda tetap ingin dukung rezim ini, itu jelas sesuatu langkah yang keliru bin salah," ucap Amien Rais.
Amien Rais pun mengaku telah menyampaikan ketidaksetujuannya jika PAN bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Maruf, meskipun diberikan jabatan dalam Kabinet Indonesia Maju.
"Saya tidak setuju bergabung dengan rezim yang sudah tidak ketulungan, sementara mereka yakin bergabung rezim Jokowi, akan dapat logistik, akan dapat segala macam," kata Amien Rais.
2. Bantahan Sekjen PAN
Pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) membantah telah mengeluarkan Amien Rais dari partai.
Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan, Amien Rais merupakan pendiri PAN dan sebagai tokoh utama di dalam partai.
"Boleh dibilang Pak Amien adalah rohnya partai. Jadi tidak mungkin ada yang berani untuk memberhentikan Pak Amien, itu rasanya sudah di luar nalar," ujar Eddy saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (23/7/2020).
"Jangankan memberhentikan, berpikir untuk memberhentikan saja tidak ada yang berani," sambung Eddy.
Eddy pun mengaku belum mengetahui secara utuh apa yang disampaikan Amien Rais terkait diberhentikannya dari PAN dan tidak merasa yakin karena seluruh kader sangat hormat kepada Amien Rais.
"Tidak mungkin ada yang punya pikiran yang nyeleneh untuk melakukan hal tersebut (berhentikan Amien)," kata Eddy.
4. Siapa yang Berani Pecat Amien Rais ?
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto memastikan tidak ada pemecatan terhadap Amien Rais dari partai berlambang matahari putih.
"Siapa yang berani (pecat)? Tidak ada pemecatan. Pak Amien itu tokoh sentral di PAN, pendiri PAN, dan jasanya sudah sangat banyak di PAN," kata Yandri Susanto saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Menurutnya, pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan pengurus partai dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, bukan bentuk bergabung dalam pemerintahan, tetapi mendukung penyelesaian pandemi Covid-19.
"Bukan saatnya saling menyalahkan, harus bahu membahu untuk bersama-sama mengatasi dampak dari Covid-19," kata Yandri Susanto.
Yandri Susanto menyebut, semua kader PAN menghormati Amien Rais dan Zulkifli Hasan pun terus berusaha melakukan pertemuan dengan Amien Rais setelah Kongres di Kendari.
Namun, sampai saat ini belum terlaksana.
"Bang Zul mau bertemu Pak Amien, selalu minta waktu tapi Pak Amien-nya yang belum memberi waktu. Kalau pak Amien belum ngasih waktu gimana? Jadi bukan bang Zul yang tidak mau ketemu Pak Amien," kata Yandri Susanto.
4. Tidak Ada Nama Amien Rais di kepenguruan PAN
Ketua umum terpilih Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengumumkan kepengurusan baru DPP PAN periode 2020-2025.
Pengumuman tersebut digelar di Sekretariat DPP PAN, Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2020).
Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan kepengurusan baru telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada 2 Maret 2020.
"Seharusnya PAN melaksanakan agenda penting yaitu melaksanakan pelantikan pengurus yang sudah satu bulan lebih kongres dan memang sudah didaftar di Kumham pada tanggal 2 (Maret)," katanya.
Zulhas mengatakan seharusnya pada hari ini digelar pelantikan pengurus baru DPP PAN.
Namun, karena saat ini sedang dalam tanggap darurat virus corona (covid-19), pelantikan urung digelar dan ditunda sampai keadaan membaik.
"Mengikuti imbauan pemerintah pusat, pemerintah DKI, juga musibah yang kita alami bersama. Oleh karena itu PAN memutuskan, PAN memgumumkan pengurus melalui media. Jadi acara pelantikan semua kami tunda sampai waktu yang belum ditentukan," ujarnya.
Dalam kepengurusan yang baru, posisi Ketua Dewan Kehormatan dijabat oleh Sutrisno Bachir dan Sunartoyo sebagai wakilnya.
Kemudian, Ketua Dewan Pakar dijabat Dradjad Wibowo dan Ketua Majelis Penasihat Partai dijabat oleh Hatta Rajasa.
Sementara itu Ketua Mahkamah Partai dijabat Ali Taher Parasong.
Berikut daftar susunan pengurus DPP PAN periode 2020-2025.
1. Dewan Kehormatan
Ketua : Sutrisno Bachir
Sekretaris : Sunartoyo
2. Dewan Pakar
Ketua : Dradjad Wibowo
Sekretaris : M Najib
3. Mahkamah Partai
Ketua : M Ali Taher Parasong
4. Majelis Penasihat Partai
Ketua : M Hatta Rajasa
Sekretaris : Tjatur Sapto Edy
5. Badan Pengurus Harian
Ketua Umum : Zulkifli Hasan
Wakil Ketua Umum : Asman Abnur
Wakil Ketua Umum : Yandri Susanto
Wakil Ketua Umum : A Hanafi Rais
Wakil Ketua Umum : Viva Yoga Mauladi
Wakil Ketua Umum : Hafiz Tohir
Wakil Ketua Umum : Nasrullah Larada
Ketua : Epyardi Asda
Ketua : Bima Arya Sugiarto
Ketua : Pangeran Khairul Saleh
Ketua : Ambia B Boestam
Ketua : Widdi Aswindi
Ketua : Najib Qodratullah
Ketua : Zita Anjani
Ketua : Andi Yuiani Paris
Ketua : Saleh P Daulay
Ketua : Yahdil Abdi Harahap
Ketua : Haerudin
Ketua : Darlis Pattalongo
Ketua : Desy Ratnasari
Ketua : Mumtas Rais
Ketua : Tutur Sutikno
Ketua : Noviantika Nasution
Ketua : Barnabas Yusuf
6. Sekjen : Eddy Soeparno
Wasekjen : Ibnu M Bilaludin
Wasekjen : Romy Bareno
Wasekjen : Surya Imam Wahyudi
Wasekjen : Dian Islamiati Fatwa
Wasekjen : Farazandi Fidinansyah
Wasekjen : Fikri Yasin
Wasekjen : Irvan Herman
Wasekjen : Rosaline Irene Rumaseuw
Wasekjen : Slamet Nur Achmad Effendy
Wasekjen : Farah Puteri Nahlia
Wasekjen : Denada Tambunan
Wasekjen : M Izzul Muslimin
Wasekjen : Athari Gauthi Ardi
Wasekjen : Irfan Nuranda Djafar
Wasekjen : Sumarsono
Wasekjen : Arif Mustafa
Wasekjen : Slamet Ariyadi
7. Bendahara Umum : Totok Daryanto
Bendahara : Nazruddin Dek
Bendahara : Farah Valensiyah Inggrid
Bendahara : Rizky Aljupri
Bendahara : Erwin Izharuddin
Bendahara : Sri Uleng Bakrie
Bendahara : Intan Fauzi
Bendahara : Ekos Albar
Bendahara : Agus Sudarto
Bendahara : Derry Purnamasari
Bendahara : Inge Inkiriwang Jambak
Bendahara : Tri Haryanti
Bendahara : Triyono Wahyudi
Bendahara : Raji N Sitepu
Bendahara : Indra Gobel
Bendahara : Setyawati Molyana
(Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bapak-amien-rais.jpg)