Breaking News:

Penganiayaan Anak di Duren Sawit

Komnas PA Desak Hukuman Istri Siri Penganiaya Anak di Duren Sawit Diperberat Sepertiga  

Dia menyesalkan sikap penyidik Satreskrim Polrestro Jakarta Timur yang belum menjerat Rohmah jadi tersangka

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, saat dijumpai wartawan di Balai Kota Depok, Selasa (14/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Status istri siri yang disandang Ade Rohmah Widyaningsih (40) tak membuatnya lepas dari jerat pasal 80 ayat 4 UU Nomor 35 tahun 2014.

Yakni pasal yang mengatur bahwa hukuman pelaku kekerasan terhadap anak diperberat sepertiga dari pidana bila pelaku merupakan orangtua.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan penyidik Satreskrim Polrestro Jakarta Timur dapat menjerat Rohmah menggunakan pasal tersebut.

"Ibu tirinya bisa dijerat pasal tersebut juga. Hukuman untuk suaminya juga harus ditambah sepertiga dari pidana pokoknya, karena dilakukan orangtua kandung," kata Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (24/7/2020).

Dia menyesalkan sikap penyidik Satreskrim Polrestro Jakarta Timur yang belum menjerat Rohmah jadi tersangka meski sudah memiliki bukti.

Video saat suami Rohmah, Abdul Mihrab (40) menganiaya RPP secara keji, padahal Abdul merupakan ayah kandung dari RPP.

Dalam video berdurasi satu menit 26 detik yang viral, tampak jelas Rohmah tak berusaha menghalangi Abdul saat menganiaya RPP.

"Saya sudah melihat dan mendengar dialognya (video penganiayaan RPP). Ibu tiri pelaku tidak melakukan pertolongan dan menghentikan kekerasan yang dilakukan," ujarnya.

Mengacu UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Sirait menuturkan sikap Rohmah dikategorikan ikut serta membiarkan kekerasan.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved