Breaking News:

Peringati Hari Anak Nasional, Remaja Suarakan Harapan di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli momentum pengingat bahwa anak dan remaja juga memiliki suara yang harus didengarkan

dok. Program Peduli
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Peringati Hari Anak Nasional (HAN), 29 anak dan remaja rentan dari berbagai daerah di Indonesia menyuarakan aspirasi dan harapannya kepada pemerintah secara daring di acara “Ngobrol Asyik Anak dan Remaja Peduli bersama Pemerintah” pada Rabu (22/7).

Selama pandemi COVID-19, anak dan remaja mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah.

Namun pada praktiknya masih terdapat berbagai masalah dan kendala.

Silmasaroh yang aktif di Forum Anak Peduli Kabupaten Garut menyampaikan, adanya kekurangan interaksi sosial antara guru dan siswa karena tidak dapat berdiskusi dengan bebas.

"Saya mengharapkan adanya inovasi kreatif dari guru, sekolah, maupun instansi dan lembaga agar siswa bisa belajar dengan semangat dan menjadi cerdas," ujarnya. 

Menanggapi berbagai keluh kesah anak dan remaja tersebut, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD, Dikda, dan Dikmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhammad Hasbi memberikan semangat dan menyampaikan simpatinya.

Manajer Cerita di Balik Video Catherine Wilson Bergoyang Aneh & Diduga Fly karena Narkoba

“Di seluruh dunia, ada 1,2 miliar anak-anak yang juga belajar dari rumah. Di Indonesia, ada 68 juta anak yang belajar dari rumah mulai dari jenjang dasar, menengah, hingga tinggi. Adik-adik tidak sendirian. Ada banyak peserta didik yang juga bersama-sama melaksanakan kegiatan belajar dari rumah,” katanya.

Selain itu, Muhammad Hasbi juga menyatakan Kemendikbud bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kemenag (Kementerian Agama) berusaha mengevaluasi pelaksanaan proses pendidikan agar anak-anak tetap bertumbuh kembang menjadi generasi emas dan di saat yang sama tetap menjaga keselamatan.

Sementara bagi anak dan remaja yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), semua aktivitas yang ada di LPKA harus terhenti, termasuk kunjungan orang tua.

FOLLOW JUGA:

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved