Peringati Hari Anak Nasional, Remaja Suarakan Harapan di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli momentum pengingat bahwa anak dan remaja juga memiliki suara yang harus didengarkan

dok. Program Peduli
Ilustrasi 

“Masker sudah sangat langka dan hand sanitizer juga mahal harganya,” tambahnya.

Bagi masyarakat adat seperti di Kasepuhan Cirompang di Kabupaten Lebak, infrastruktur juga masih menjadi kendala.

Deputi Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar menyatakan akan mencari solusi dari berbagai masalah dan keluh kesah anak dan remaja.

“Pertanyaannya panjang-panjang, tajam, kritis, dan perlu dicarikan solusinya. Jika suara dan pandangan anak-anak mengganggap ada masalah, maka kita harus rapatkan barisan dan carikan solusinya. Kita akan koordinasikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kementerian dan lembaga lain,” ungkapnya.

Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli momentum pengingat bahwa anak dan remaja juga memiliki suara yang harus didengarkan hak yang harus dipenuhi.

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Nyoman Shuida juga menegaskan pentingnya mendengar suara anak.

“Tentu setelah kita dengar, kita lakukan sesuatu agar harapan anak-anak kita dapat terlaksana.” papar Nyoman Shuida.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved