PPSU Kelapa Dua Wetan yang Tewas Dilindas Truk Dikenal Tekun

Jamaludin (51), anggota PPSU Kelurahan Kelapa Dua Wetan tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Bambu Apus Raya, Kecamatan Cipayung.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Sejumlah anggota PPSU Kelurahan Kelapa Dua Wetan yang datang ke lokasi kecelakaan di Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (24/7/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Duka cita menyelimuti jajaran Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) (PPSU) Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas.

Jamaludin (51), anggota PPSU Kelurahan Kelapa Dua Wetan tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Bambu Apus Raya, Kecamatan Cipayung.

Pengawas PPSU Kelapa Dua Wetan, Anang Sidik mengatakan Jamaludin tewas terlindas truk dalam perjalanan pulang sekira pukul 15.00 WIB.

"Baru banget pulang, habis selesai absen di kantor Kelurahan. Almarhum sudah jadi PPSU Kelapa Dua Wetan dari tahun 2016 awal ada PPSU," kata Anang di RS Polri Kramat Jati, Jumat (24/7/2020).

Di mata teman-temannya, pria yang tercatat warga Kelurahan Jati Ranggon, Kota Bekasi itu tak hanya sosok senior di kalangan PPSU.

Jamaludin yang saat kejadian mengemudikan Yamaha Vega berpelat B 6825 THC itu dikenal sosok tekun dan jadi panutan bagi PPSU muda.

Anggota PPSU Kelapa Dua Wetan yang datang ke RS Polri Kramat Jati menanti jenazah Jamaludin dibawa, Jakarta Timur, Jumat (24/7/2020).
Anggota PPSU Kelapa Dua Wetan yang datang ke RS Polri Kramat Jati menanti jenazah Jamaludin dibawa, Jakarta Timur, Jumat (24/7/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Sebelum di PPSU almarhum bertugas di Sudin Pertamanan, dari waktu di Pertamanan memang tugas di Kelapa Dua Wetan. Punya banyak pengalaman mengurus tanaman," ujarnya.

Anang menuturkan di balik eloknya setiap taman yang berada di wilayah Kelapa Dua Wetan dipastikan terdapat andil Jamaludin.

Namun di balik kemampuan merawat tanaman, Jamaludin juga jadi panutan karena tak pernah mengeluh meski secara usia senior.

"Pokoknya semua taman di wilayah Kelapa Dua Wetan bikinan dia. Dia orangnya ceria, suka bergaul, makanya punya banyak teman. Enggak pernah mengeluh juga kalau kerja," tuturnya.

Anang menyebut kepergian Jamaludin yang tewas terlindas truk 12 roda berpelat B 9836 UYW jadi pukulan telak bagi PPSU Kelapa Dua Wetan.

Sejak mendapat kabar duka sekira pukul 15.30 WIB, belasan PPSU datang ke lokasi kejadian membantu proses evakuasi jenazah ke RS Polri Kramat Jati.

"Almarhum sudah berkeluarga, tapi saya engga tahu pasti berapa anaknya. Untuk pemakamannya di mana saya belum tahu, karena keluarga masih syok. Belum bisa diajak bicara," lanjut Anang.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, hingga pukul 19.51 WIB jenazah Jamaludin masih berada di Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati.

Puluhan anggota PPSU yang datang menyampaikan duka cita tampak masih bertahan di RS Polri Kramat Jati menanti jenazah dibawa ke rumah duka.

Jamaludin tewas saat hendak menyalip truk yang melindasnya, dia kehilangan kemudi motor sehingga jatuh ke kolong truk lalu terlindas ban belakang truk.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved