Tawuran di Kalibaru Makan Korban

Tawuran Maut Antar Dua Kelompok di Kalibaru Cilincing Dipicu Masalah Saling Ejek

Kedua kelompok yang terlibat, Gang BS dan Gang Buntu, diketahui sempat terlibat insiden saling ejek sebelum tawuran pecah.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Polisi menunjukkan barang bukti kasus tawuran yang menewaskan warga Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (24/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Tawuran maut antar dua kelompok di di sekitar Krematorium Cilincing, RT 09/RW 04 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, dipicu masalah saling ejek.

Kedua kelompok yang terlibat, Gang BS dan Gang Buntu, diketahui sempat terlibat insiden saling ejek sebelum tawuran pecah.

"Jadi kejadian dipicu adanya saling mengejek antara dua kelompok tersebut," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (24/7/2020).

Setelah adanya insiden saling ejek, kedua kelompok itu secara spontan langsung saling serang.

Lokasi kedua gang yang sangat berdekatan akhirnya membuat tawuran pun tak terhindarkan.

Kedua kelompok bahkan sudah siap dengan senjata tajam yang mereka simpan sebelumnya.

"Hasil kejadian itu ada satu korban meninggal dunia. Ini warga dari Gang BS atas nama MRN, meninggal karena adanya luka bacok yang diderita korban," ucap Budhi.

Adapun tawuran antara kedua kelompok, Gang BS dan Gang Buntu, terjadi Sabtu lalu sekitar pukul 3.00 WIB.

Akibat dari tawuran ini, MRN yang merupakan warga Gang BS meninggal dunia terkena luka tusuk.

Sementara itu, korban lainnya berinisial MRF yang merupakan warga Gang Buntu mengalami luka bacok di bagian tangannya dan masih menjalani perawatan.

Para pelaku ditangkap tak lama setelah warga setempat melaporkan tewasnya MRN kepada polisi.

Dari para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang di antaranya empat bilah celurit serta helm yang digunakan saat tawuran.

Pasal yang dikenakan terhadap para tersangka pun berbeda-beda.

HB dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Kepada JP dan ES, polisi menetapkan pasal 358 KUHP lantaran keduanya dinilai turut campur dalam penyerangan.

Adapun terhadap IK, pasal yang dikenakan ialah pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Kendati para pelaku utama sudah tertangkap, polisi masih berupaya mengejar tiga pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam tawuran Sabtu lalu.

Ketiga DPO tersebut ialah JL, AS, dan AD.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved