Jenazah Hilang di Makam

Jadi Omongan Tetangga, Jenazah Hilang Usai Dimakamkan Disebut Korban Pelaku Pesugihan

Hilangnya jasad AP alias Bowo di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi belum juga menemui titik terang.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Makam jenazah AP alias Bowo yang dibongkar lalu jasadnya dicuri di TPU Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, KARANG BAHAGIA - Misteri hilangnya jasad AP alias Bowo di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi belum juga menemui titik terang.

Sepekan lebih pasca-kejadian, keluarga mengaku banyak omongan tetangga bahwa jenazah Bowo diduga jadi korban pelaku pesugihan.

"Ya kata orang kebayakan saya dapat informasi saya juga enggak tahu itu bener apa enggak, katanya itu untuk ritual pesugihan yang ngambil jenazah adik saya," kata kaka kandung Bowo bernama Novita, Sabtu, (25/7/2020).

Novita sesekali mencari informasi dari warga di sekitar perumahan tempat tinggalnya, mereka memang berasumsi bahwa kasus pencurian jenazah erat kaitan dengan motif mistis.

"Kalau saya kan gak tahu motifnya apa, tapi kata orang-orang sana yang dengar kabar (hilangnya jasad) pasti ngiranya enggak jauh-jauh buat pesugihan," ungkapnya.

"Di sekitar sini juga sama, orang dekat sini nilainya seperti itu motifnya buat pesugihan, soalnya di sini katanya masih kentel hal-hal mistisnya," ucap Novita.

Sementara itu, sang Ibu yang kondisi saat ini tengah sakit berharap apa yang dinilai orang-orang sekitar tidak benar.

Sebagai seorang ibu, dia mengaku sangat terpukul mendengar kabar jenazah anaknya hilang dicuri orang.

"Tapi mudah-mudahan jangan sampe kita berdoa sama Allah minta perlindungan jangan sampai jasadnya diapa-apain," ucap Sripeni (55), ibu kandung Bowo.

Sripeni tidak menutup mata akan adanya dugaan motif pesugihan di balik hilangnya jasad Bowo.

Oleh sebab itu, dia tidak henti-hentinya memanjatkan doa kepada Tuhan agar jasad sang anak diberikan perlindungan.

"Memang kebanyak kalau dia seperti untuk apa motifnya kan, kalau bukan ke situ (pesugihan), tapi kita berdoa aja jangan sampe sempat tersentuh jasadnya," tuturnya.

"Apalagi saya seorang ibu, jangan sampai anak saya dijadikan seperti itu, tiap hari saya berdoa semoga aja Allah dengar doa ibu," tutupnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved