Virus Corona di Indonesia

PSBB Tangerang Raya Terus Diperpanjang, Gubernur Banten: Aspirasi Masyarakat

Wahidin menekankan perlunya perlakuan karantina dan screening Covid-19 penduduk yang datang dari luar Banten untuk mencegah munculnya klaster baru

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Gubernur Banten, Wahidin Halim, saat ditemui di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG RAYA - Gubernur Banten, Wahidin Halim, memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang (Tangerang Raya), kembali diperpanjang.

Setelah PSBB jilid 7 berakhir hari ini, Minggu (26/7/2020), PSBB jilid 8 akan dimulai pada Senin (27/7/2020) sampai Minggu (9/8/2020) mendatang.

Hal itu diungkapkan Wahidin dalam keterangan resminya, usai rapat evaluasi PSBB dengan wali kota dan bupati se-Tangerang Raya.

"Rapat evaluasi PSBB menyepakati, PSBB diperpanjang dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat," jelas Wahidin.

Wahidin menekankan perlunya perlakuan karantina dan screening Covid-19 penduduk yang datang dari luar Banten untuk mencegah munculnya klaster baru.

Termasuk termasuk memberi perhatian terhadap sarana kesehatan dan sarana properti pondok pesantren yang buka kembali.

"Mengkoordinasikan dengan daerah lain yang melaksanakan PSBB karena kasus yang ada di Banten pada saat ini merupakan kasus yang masuk dari daerah lain," ujar Wahidin kepada kepala daerah Tangerang Raya.

Pasien Covid-19 Diduga Kabur dari RSD Wisma Atlet Kemayoran

Yodi Prabowo Disebut Bunuh Diri, Ayah Rasakan Kejanggalan: Dia Punya Harapan untuk Hari-harinya

Wahidin menegaskan, pihaknya memasang target agar Banten menjadi zona hijau Covid-19.

Hal itu diwujudkan dengan menekankan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Jangan sampai diberikan kelonggoran menjadi pelanggaran," pesannya.

Menurut Wahidin, kesadaran masyarakat akan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sudah cukup tinggi.

Namun ada juga kelompok atau beberapa orang yang belum sadar sehingga harus menjadi perhatian.

"Dari awal prinsip saya, kita akan jadikan Banten zona Hijau dan kita akan tetap perketat pengawasan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved