Dugaan Kasus Penggelapan Uang Mantan Atlet Nasional Maria Lawalata Berujung Damai

Menurut Budhi, setelah adanya mediasi terakhir, BI juga sudah mencabut laporannya dari Polres Metro Jakarta Utara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Konferensi pers kasus penggelapan uang oleh mantan atlet nasional Maria Lawalatta, Senin (27/7/2020), di Mapolres Metro Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Kasus penggelapan uang yang menjerat mantan atlet nasional, Maria Lawalata, berujung damai.

Perdamaian antara Maria dan korban yang melaporkannya, BI, terjadi belakangan ini setelah kasus bergulir sejak 2016 lalu.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, kesepakatan damai terjadi setelah polisi melakukan mediasi kesekian kalinya antara Maria dan BI.

"Alhamdulillah pada akhirnya terjadi kesepakatan damai antara Ibu Maria dengan korban BI tersebut," ucap Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (27/7/2020).

Menurut Budhi, setelah adanya mediasi terakhir, BI juga sudah mencabut laporannya dari Polres Metro Jakarta Utara.

Maria yang juga sempat ditahan sejak 8 Juni 2020 lalu juga mendapatkan penahanan.

Sementara itu, untuk berkas perkara kasus ini sudah lengkap alias P21, namun polisi akan mempertimbangkan untuk menyelesaikan kasus ini.

"Tentu dengan adanya surat pencabutan yg diberikan oleh pihak korban nantinya akan coba kita komunikasikan," kata Budhi.

Maria sendiri dilaporkan karena meminjam uang Rp 150 juta dari BI untuk membangun sekolah sepak bola.

Nyatanya, uang tersebut tidak jadi ia alokasikan untuk membangun SSB, namun ia pakai untuk kepentingan pribadinya.

Maria pun diminta mengembalikan uang tersebut namun tak kunjung mampu.

Setelah diproses, Maria akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada Januari 2019.

Adapun Maria Lawalata adalah mantan atlet nasional dari cabang olahraga atletik.

Dirinya sempat mengharumkan nama bangsa setelah meraih medali emas pada Sea Games 1991.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved