Breaking News:

Food Story

Cerita Nostalgia Pembeli di Warteg Warmo Tebet yang Legendaris Sejak 1969

Warteg Warmo yang masih bertahan sejak 1969 menyisakan kenangan kepada para pembelinya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana Warteg Warmo di kawasan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (28/7/2020). 

Laporan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Warteg Warmo yang masih bertahan sejak 1969 menyisakan kenangan kepada para pembelinya.

Mereka seolah dibawa kembali kepada kenangan masa lampau sewaktu muda di warteg tersebut.

Irmanto (62), duduk sembari menyantap sepiring nasi dan lauk di Warteg Warmo saat jam menunjukkan waktu makan siang.

Kebetulan, pria yang mencari nafkah sebagai pemasang kaca film itu sedang mendapatkan pekerjaan di sekitar kawasan Tebet.

Suasana Warteg Warmo di kawasan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (28/7/2020).
Suasana Warteg Warmo di kawasan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (28/7/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Warteg Warmo dipilihnya untuk mengenyangkan perut sekaligus pelepas rindu akan masa mudanya.

Sebab, ia baru datang kembali setelah 36 tahun tak pernah lagi ke sana. Ketika pada tahun 1984, Irmanto masih muda. Dulu, ia sering sampai pagi berada di Warteg Warmo.

Kini suasana warteg sudah jauh berbeda ketimbang dulu. Pilihan lauknya pun beraneka macam. 

Seingatnya, udang dan sayur buncis yang dipesannya belum ada kala itu. Warteg Warmo sudah banyak mengalami perubahan.

"Sebelumnya, saya tahun 1984 udah makan di sini. Udah sekira 36 tahun balik lagi ke sini. Tadi makan udang dan sayur buncis, dulu enggak ada. Ya mungkin karena udah kelamaan saya enggak ke sini. Kebetulan saya ada kerjaan di sekitar sini," jelas pria yang rambutnya sudah memutih itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved