Breaking News:

Lurah Ngamuk Siswa Titipan Ditolak

Dicecar 13 Pertanyaan Selama 6 Jam Oleh Penyidik Terkait Siswa Titipan, Lurah Benda Baru Pasrah

Lurah Benda Baru, Saidun, dicecar 13 pertanyaan oleh penyidik dari Polsek Pamulang saat pemeriksaan di Mapolsek Pamulang.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Saidun, Lurah Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) terlihat tanpa beban usai diperiksa tim penyidik di Mapolsek Pamulang, Slasa (28/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Lurah Benda Baru, Saidun, dicecar 13 pertanyaan oleh penyidik dari Polsek Pamulang saat pemeriksaan di Mapolsek Pamulang, Selasa (28/7/2020).

Topik utamanya terkait kasus penitipan siswa dan ulah sang lurah merusak sejumlah barang-barang milik SMAN 3 Tangsel.

"Saya dipertanyakan dengan 13 pertanyaan. Ya sesuai kejadian itu kemarin," ujar Saidun.

Selama enam jam sejak pukul 10.30 WIB, Saidun yang datang didampingi Sekretaris Kecamatan Pamulang diperiksa penyidik.

Kabid Hukum Jakmania Jadi Korban, Polisi Proses Hukum Eks Pemain PSMS Medan yang Lakukan Pemukulan

Saiudun pasrah mengikuti proses hukum dan mengaku siap koperatif.

"Sekarang ini saya jalankan sesuai prosedur saja. Apa yang menjadi kekhilafan saya, kesalahan saya, itu mungkim yang kita jalankan," ujarnya.

Saidun menambahkan, "Saya tidak perlu pembelaan, saya akan jalankan sesuai prosedur saja."

Ia bahkan siap jika statusnya yangs semula saksi dinaikkan menjadi tersangka jika tuduhan terhadapnya terbukti.

"Itu mah kewenangannya bukan di kita. Itu mah kewenangannya nanti di sini," ujarnya.

Kronologi Buaya Terkam Seorang Warga Labuhanbatu, Istri dan Anak Menjerit Histeris

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Lurah Saidun mengamuk di ruang Kepala SMAN 3 Tangsel lantaran siswa titipannya tidak diterima pihak sekolah, pada Jumat (10/7/2020).

Beberapa toples yang berjejer di meja ditendang hingga pecah berantakan.

Pihak sekolah pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Pamulang.

Lurah Saidun dijerat dengan tuduhan pasal 335 ayat (1) dan 406 KUHP tentang pemaksaan dengan ancaman dan pengerusakan barang.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved