200 Kg Sabu Diselundupkan di Cibodas Tangerang, Camat Bakal Perketat Izin Usaha
BNN menemukan 50 karung jagung yang di dalamnya diselundupkan 200 kilogram sabu
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek gudang penyimpanan narkotika jenis sabu di kawasan Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang pada Selasa (28/7/2020) petang.
Dalam penggerebekan tersebut, BNN menemukan 50 karung jagung yang di dalamnya diselundupkan 200 kilogram sabu.
Menanggapi hal tersebut, Camat Cibodas Mahdiar mengaku akan memperketat izin usaha di kawasannya mengingat gudang sabu tersebut berkamuflase sebagai agen beras.
"Pastinya memperketat. Untuk izin itu juga rasanya di Kelurahan dan Kecamatan tidak ada izin, kita hanya wajibkan mereka melaporkan," kata Mahdiar saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2020).
Ia melanjutkan akan memperkuat peran RT dan RW untuk mengawasi geliat usaha milik warga di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.
Sebab, gerai agen beras tersebut diketahui baru beroperasi selama satu pekan sebelum digeruduk oleh BNN.
"Kurang lebih lapor seminggu ini, aktivitas agen ini baru dilakukan. Sebelumnya kosong, tahu lalu rumah dan baru disewa mereka," terang Mahdiar.
Sementara, Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan, dari penelusuran cepat pihaknya mengindikasi kalau 200 kilogram sabu yang didistribusikan menggunakan truk bernopol B 8751 BL itu berasal dari Sumatera.
"Yang jelas ini kendaraan dari Sumatera masuk ke Jakarta dan untum sementara disimpan di tempat ini seolah-olah ini adalah gudang beras," jelas Arman di Kota Tangerang.
Nantinya, sabu yang sudah disimpan di Cibodas itu akan didistribusikan ke pemesan barang-barang laknat tersebut.
Arman menjelaskan kalau pendistribusian narkotika jenis sabu itu bisa sampai luar jawa bahkan luar negeri dan menjadikan Tangerang sebagai jalur distribusi.
"Jaringannya Jakarta, Sumatera Utara, Aceh, Lampung, kalau yang internasional, Malaysia, dan Myanmar. Tapi nanti akan kita konfirmasi kembali jaringan-jaringan mana yang terlibat," ungkap Arman.
Ia menerangkan, memang modus seperti ini termasuk baru terutama dalam masa pandemi Covid-19.
• BREAKING NEWS: Artis VS Ditangkap Diduga Terlibat Prostitusi Online
• Pemilik PS Store Putra Siregar Jadi Tersangka Penjualan Barang Ilegal: Penyelidikan Sejak 2017
• Bukan Orang Sembarangan, Intip Sosok Putra Siregar Pernah Kalahkan Raffi & Atta soal Donasi Covid-19
Terutama di Kota Tangerang, Banten dimana, para pelaku memanfaatkan momen penyelundupan sabu di dalam truk yang mengangkut sembilan bahan pokok atau sembako.
"Mereka memanfaatkan ini dengan perkiraan jika kendaraan membawa sembako itu akan tidak terlalu ketat diawasi pertugas. Oleh karena itu, menggunakan kegiatannya dengan kendaraan darat seolah-olah membawa logistik terutama sembako," beber Arman.