Breaking News:

Iduladha 2020

Cegah Covid-19 Saat Iduladha, Anies Minta Daging Kurban Langsung Diantar ke Rumah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, perayaan hari raya Iduladha tahun ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melayat Taka (43), petugas PPSU Kelurahan Kelapa Gading Barat yang tewas usai menjadi korban tabrak lari, Kamis (23/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, perayaan hari raya Iduladha tahun ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya.

Sebab, Iduladha yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2020 mendatang bakal dirayakan di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, Anies menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan saat merayakan Iduladha.

“Di tahun sebelumnya, kita mengikuti satu protokol saja, yaitu protokol syariat, tata cara pemotongan kurban yang sesuai syariat. Tapi, tahun ini ditambah dengan protokol kesehatan,” ucapnya, Rabu (29/7/2020).

Saat Iduladha nanti, Anies mengimbau kepada seluruh masyarakat agar pendistribusian daging kurban langsung diantarkan ke rumah para penerima.

Tujuannya unuk menghindari kerumunan saat penerima daging kurban atau mistahik mengantre di lokasi pemotongan hewan.

“Secara khusus kami berharap kepada panitia penyelenggara kegiatan idulkurban agar semua daging kurban dapat didistribusikan secara langsung dan sesegera mungkin kepada para mustahik,” ujarnya dalam webinar yang disiarkan akun youtube Pemprov DKI.

Selain itu, saat proses penyembelihan kurban, hanya panita penyelenggara yang diizinkan untuk berada di lokasi pemotongan hewan.

“Dan kepada semua yang bertugas, harus menggunakan masker dan jaga jarak,” kata Anies.

Kemudian, masyarakat yang membeli hewan kurban pun diminta untuk membelinya secara daring untuk mengurangi interaksi.

Hasil PUBG Mobile PMWL East Season Weekday 3 Day 1: WWCD Dramatis Morph Team & BTR Melempem

5 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan, Kamu Patut Tahu

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta panitia kurban memastikan tidak ada anak-anak dan orang lanjut usia datang ke lokasi pemotongan.

Pasalnya, kelompok umur ini dan warga yang memiliki penyakit bawaan sangat rentan bila terpapar Covid-19.

“Jangan sampai ada potensi penularan kepada mereka agar mereka-mereka yang berisiko bisa diselamatkan,” tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved