Breaking News:

Hindari Kesalahan Ini Saat Mengolah Daging Kurban Menjadi Sate

Jangan disate karena daging kurban terlalu fresh sehingga tidak melewati proses pelayuan sebelum dimasak.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Lapak penjual hewan kurban di Jalan Mawar, Kalibaru, Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group sekaligus President of Association of Culinary Professionals, Chef Stefu Santoso menyarankan agar daging kurban sebaiknya tidak diolah menjadi sate.

Sebab, daging kurban kebanyakan memiliki tekstur yang keras.

Hal ini disebabkan karena daging kurban terlalu fresh sehingga tidak melewati proses pelayuan sebelum dimasak.

"Sebenernya daging kurban itu dagingnya terlalu fresh karena baru dipotong. Jadi memang tidak bisa langsung dikonsumsi, perlu waktu untuk proses aging atau pelayuan. Cara yang terbaik adalah dimasak dengan cara stewed atau wet cooking atau masak yang dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan rempah. Untuk dijadikan sate saya tidak rekomen karena akan keras," kata Chef Stefu.

Meski begitu, mengolah daging kurban menjadi sate sudah menjadi kebiasaan masyarakat dari tahun ke tahun.

Tak jarang, orang mengolah daging kurban menjadi sate dengan cara yang tidak tepat.

Salah satunya adalah dengan menggunakan minyak atau mentega yang terlalu banyak untuk tujuan tidak lengket saat dibakar.

"Kesalahan berikutnya dalam memasak sate biasanya yang terjadi orang banyak sekali mempergunakan mentega atau minyak. Itu dibanyakin dengan tujuan tidak lengket. Padahal sebenarnya yang lebih penting panggangannya harus benar-benar panas," tutur dia.

Menurut Chef Stefu, memasak sate agar tidak lengket sebaiknya dilakukan di atas panggangan yang sudah panas maksimal.

Memberikan minyak atau mentega yang terlalu banyak sebaiknya dihindari.

Pemkot Jakpus Imbau Masyarakat Jangan Berkerumunan saat Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban

Petugas Penyembelihan Hewan Kurban di 96 Masjid Kecamatan Kemayoran Diimbau Ikuti Rapid Test

Sebuah Layang-layang Sempat Masuk ke Mesin Pesawat yang Hendak Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta

Mentega atau minyak yang berlebihan akan membuatnya menetes ke bara hingga api akan menjalar naik ke daging sate.

Dengan begitu, daging akan menjadi cepat gosong.

"Mentega atau minyak yang banyak akan membuat daging cepat gosong, karena biasanya pada saat proses dibakar menteganya leleh dan akan menetes ke dalam bara. Sehingga apinya akan naik dan menjilat ke seluruh bagian daging dan daging akan hitam. Itu efek yang paling utama," jelasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved