Breaking News:

Iduladha 2020

Iduladha, Simak Tips Simpan Daging Kurban yang Tepat Agar Tak Terkontaminasi Bakteri

Daging kambing atau sapi sangat identik dengan perayaan Iduladha. Bagaimana cara simpan daging kurban.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Proses pemilihan daging kurban untuk warga di Masjid Raya Al-Azhom, Rabu (22/8/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Daging kambing atau sapi sangat identik dengan perayaan Iduladha.

Biasanya selain langsung di olah, banyak orang memilih untuk menyimpan daging kurban dalam jangka waktu yang cukup lama.

Akan tetapi cara menyimpan yang tidak tepat bisa membuat daging menjadi bau dan tidak segar.

Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group sekaligus President of Association of Culinary Professionals, Chef Stefu Santoso, berbagi tips mengenai cara penyimpanan daging kurban yang benar agar daging tetap segar dan terbebas dari kontaminasi bakteri.

"Untuk menyimpan daging kambing saran saya yang perlu diperhatikan adalah temperatur penyimpanan. Suhu penyimpanan sebaiknya 3-5 derajat celcius di kulkas," kata Chef Stefu.

Daging kurban yang baru dipotong, kebanyakan masih memiliki tekstur yang keras.

Warkop di Tangsel Ini Sediakan Wifi Gratis Bagi Siswa Belajar Online: Tanpa Harus Jajan

Hal ini dikarenakan daging barusaja dipotong dan masih terlalu segar hingga tidak melalui tahap pelayuan.

Chef Stefu menyarankan, agar daging sebaiknya disimpan dalam suhu sekitar 3-5 derajat celcius dengan waktu sekitar 18 hari agar memiliki tekstur yang lebih lembut.

"Butuh waktu kurang lebih 18 hari supaya jadi lembut dalam kapasitas yang maksimal," katanya.

Halaman
12
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved