Breaking News:

2 Muncikari Vernita Syabilla Jadi Tersangka dan Dapat Fee Rp 10 Juta, Begini Kondisi & Status Artis

Kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis FTV Vernita Syabilla memasuki babak baru. Polisi tetapkan status muncikari dan sang artis.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Artis Vernita Syabilla (blazer cokelat) dihadirkan dalam konferensi pers kasus dugaan prostitusi online di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (30/7/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis FTV Vernita Syabilla memasuki babak baru.

Polresta Bandar Lampung telah menetapkan dua muncikari sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Sementara sang artis FTV Vernita Syabilla berstatus sebagai saksi.

Dalam jumpa pers yang digelar di Mapolresta Bandar Lampung juga diketahui dua muncikari mendapat fee Rp 10 juta.

Sedangkan artis Vernita Syabilla ditawarkan dengan tarif Rp 30 juta kepada pria hidung belang di Bandar Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad didampingi Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya menuturkan, dari hasil penyelidikan, kedua muncikari memasang tarif Rp 30 juta untuk sekali kencan dengan Vernita Syabilla.

Kedua muncikari tersebut yakni Maila Kaesa (31), warga Pemalang, Jawa Tengah, dan Melianita Nur (21), warga Tambora, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad didampingi Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya menggelar konferensi pers kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis FTV Vernita Syabilla di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (30/7/2020).
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad didampingi Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya menggelar konferensi pers kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis FTV Vernita Syabilla di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (30/7/2020). (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

"Dimana muncikari dapat Rp 10 juta, dan masing-masing dapat Rp 5 juta," kata Pandra dalam konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (30/7/2020).

Sebelum Vernita Syabilla menemui pemesan, terus Pandra, kedua muncikari itu tiba terlebih dahulu di hotel.

"Muncikari menawarkan jasa prostitusi ini melalui handphone, dan penikmat jasa wajib mentransfer uang muka dan juga menyiapkan akomodasi serta penginapan sesuai dengan kesepakatan," bebernya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved