Breaking News:

Kalah Tawuran, Remaja di Kota Depok ini Turun Kelas Serang Bocah SD Untuk Lampiaskan Emosi

Kalah tawuran dengan kelompok lawannya, RE pun menghasut kelompoknya untuk mencari korban guna melampiaskan emosinya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kapolsek Sukmajaya, AKP Ibrahim Sadjab, meminta keterangan dari pelaku di Mapolsek Sukmajaya, Kamis (30/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA – Kalah tawuran dengan kelompok lawannya, RE pun menghasut kelompoknya untuk mencari korban guna melampiaskan emosinya.

Buntutnya, seorang bocah berinial RS (12) yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar (SD), menjadi sasaran penyerangan RE ketika sedang berjalan kaki menuju warung dekat rumahnya.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Ibrahim Sadjab, menuturkan, penyerangan ini terjadi pada Jumat (17/7/2020) yang lalu, skeira pukul 15.00 WIB di Jalan Kramat Benda Raya, Baktijaya, Sukmajaya, Kota Depok.

Akibat penyerangan tersebut, korban pun mengalami luka bacok akibat sabetan senjata tajam pada bagian betis kaki dan tangan kanannya.

Sembilan Remaja Pelaku Tawuran yang Sebabkan Urat Nadi Korbannya Nyaris Putus Diringkus Petugas

“Kejadian pada 17 Juli 2020 yang terjadi di sekitar Baktijaya yang mengakibatkan korban satu orang inisial RA (12), mengalami luka bacok di betis kanan dan di tangan kanan,” ujar Ibrahim saat memimpin ungkap kasusnya di Mapolsek Sukmajaya, Kamis (30/7/2020).

Ibrahim menuturkan, RA merupakan korban salah sasaran, pelaku mengira korban adalah anak SMK lantaran ketika kejadian, korban tengah menggunakan celana sekolah milik kakaknya.

“Salah sasaran, karena korban ini masih SD ya. Namun ketika kejadian, korban sedang meminjam celana sekolah kakaknya yang sudah SMK, untuk pegi berbelanja di warung,” ujar Ibrahim.

Terakhir, Ibrahim berujar pihaknya telah menetapkan pelaku RE sebagi tesangka utama, dan mengamankan sembilan rekannya yang lain yang juga terlibat dalam kasus tawuran tersebut.

Wanita Asal Tiongkok yang Lompat dari Lantai 53 Apartemen Ancol Baru Saja Bercerai dari Suaminya

“Pelaku ini masih berstatus pelajar tapi usianya sudah cukup dewasa, kami sangkakan Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan berat, ancaman hukuman penjara 12 tahun,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved