Breaking News:

Iduladha 2020

Simak 5 Cara Sederhana Siasati Makanan Kolesterol Tinggi di Hari Raya Idul Adha

Berikut cara menyiasati makanan berkolesterol tinggi di hari raya Idul Adha.

Sajiansedap.grid.ID
Opor Ayam Kuning 

TRIBUNJAKARTA.COM - Hari Raya Idul Adha identik dengan beragam sajian dari olahan daging, baik yang dibuat dari daging sapi maupun daging kambing. Mulai dari gulai, sate, rendang, dan masih banyak lagi menu lainnya.

Meski lezat, jika dikonsumsi secara rutin makanan kolesterol tinggi ini tentu tidak baik untuk kesehatan, salah satunya  memperburuk kesehatan jantung dalam jangka waktu yang panjang.

Kekhawatiran itu muncul dikarenakan daging merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung lemak tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, dalam 100 gram daging kambing terdapat kandungan lemak total sejumlah 9,2 gram dan kolesterol 70 mg, sedangkan daging sapi mengandung lemak total sejumlah 14 gr dan kolesterol 70 mg.

Ditambah lagi, beragam menu yang disajikan saat momen Idul Adha mayoritas diolah dengan ditambahkan santan. Nah, tambahan santan inilah yang juga membuat kandungan lemak menjadi semakin naik.

Meski demikian bukan berarti kamu sama sekali tidak bisa mengonsumsi daging. Melansir dari Klikdokter, terdapat banyak nutrisi baik dalam daging yang dapat bermanfaat untuk tubuh seperti kandungan protein yang tinggi, zat besi, vitamin B3, B12, zinc, dan selenium.

Untuk itu, agar tak perlu khawatir dihantui makanan kolesterol tinggi, ketahui bagaimana menyiasati cara mengolah daging serta memperhatikan jumlah porsi yang dikonsumsi. Cara mengolah yang bisa kamu lakukan di antaranya sebagai berikut.

Buang lemak yang terlihat

Sebelum mengolah daging, potong dan buang lapisan lemak yang terlihat di permukaan daging. Langkah ini cukup efektif untuk mengurangi jumlah lemak jenuh yang dimasak dan berpotensi meningkatkan kolesterol jika dikonsumsi.

Membuang air rebusan pertama

Merebus daging sapi kerap dilakukan untuk mendapatkan tekstur daging yang lebih lembut dan juga kaldu. Namun, pada air rebusan pertama daging biasanya mengandung banyak lemak, maka dari itu sebaiknya kamu buang air rebusan yang pertama dan merebusnya kembali.

Halaman
123
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved