Breaking News:

Berbeda dengan Hipertensi, Preeklampsia Terjadi Pada Ibu Hamil

Preeklampsia berbeda dengan hipertensi. Kedua penyakit ini seringkali disamakan lantaran memiliki gejala tekanan darah tinggi.

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi Ibu Hamil 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Preeklampsia berbeda dengan hipertensi.

Kedua penyakit ini seringkali disamakan lantaran memiliki gejala tekanan darah tinggi.

Meski ditandai dengan ciri-ciri tekanan darah tinggi namun Preeklampsia merupakan gangguan atau komplikasi yang terjadi pada ibu hamil.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Rudy Kurniawan dalam acara Festival Komunitas MomCredible bersama Topicana Slim hari ini.

"Kalau kita bicara apakah sama (dengan hipertensi) tentu tidak. Karena hipertensi itu bagian dari Preeklampsia. Kalau ngomong Preeklampsia, itu khusus pada mereka yang hamil," kata dr Rudy, Sabtu (1/8/2020).

Preeklampsia adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang disertai dengan adanya protein dalam urine.

Hipertensi menjadi salah satu gejala dari Preekslampsia namun kedua penyakit ini merupakan jenis yang berbeda.

"Jadi pada Preeklampsia kalau dicek kencingnya ada ditemukan protein urine dengan berbagai gradenya," imbuhnya.

Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya karena adanya gangguan metabolisme syaraf pada tubuh.

Seperti obesitas, atau gangguan hormonal pada ibu hamil.

Ketua Umum PSSI Dilobi Pemain Keturunan, Minta Gabung Timnas Indonesia, Iwan Bule Respons Begini

Final Piala FA Chelsea Vs Arsenal: Prediksi, Susunan Pemain, Fakta Menarik, Link Live Streaming

Dokter Rudy pun menyarankan agar pola hidup sehat serta pemeriksaan kandungan berkala bisa dilakukan sesuai jadwal untuk memastikan ada atau tidaknya gangguan tersebut.

"Ada banyak faktor penyebabnya. Selain gangguan metabolisme syaraf umum jadi misal mereka dengan obesitas atau dengan gangguan metabolisme memang lebih tinggi resikonya mengalami ini. Tapi ada juga faktor hormonal lain yang kita gak bisa pastikan secara lanjut," kata dr Rudy.

"Jadi ada beberapa kondisi tertentu yang meningkatkan resiko Pre-eklampsia. Gimana cara cegahnya ya hidup lebih sehat dan jaga makan hingga resiko hipertensi turun. Jangan lupa kunjungan ke dokter kandungan secara berkala sesuai dengan jadwalnya," tuturnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved