Breaking News:

Iduladha 2020

Hari ke-2 Pemotongan Kurban, Organ Hati dan Paru Tak Layak Konsumsi Masih Ditemukan di Jakarta Timur

Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur kembali menemukan organ hewan kurban tak layak konsumsi.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Proses pemotongan hewan kurban yang dilakukan di Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur kembali menemukan organ hewan kurban tak layak konsumsi.

Setelah pada hari pertama pemotongan, (31/7/2020) menemukan sebanyak 121.450 gram hati sapi terdapat cacing pita sehingga harus dibuang.

Kasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur, Irma Budiany mengatakan di hari kedua pemotongan pihaknya mendapati temuan serupa.

Proses pemotongan hewan kurban yang dilakukan di Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2020).
Proses pemotongan hewan kurban yang dilakukan di Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2020). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

"Total organ hati Sapi yang terdapat cacing pita sehingga harus diafkir (buang) hari kedua ini sebanyak 17.250 gram," kata Irma di Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2020).

Temuan organ hati Sapi terdapat cacing pita itu hasil pemeriksaan postmortem (setelah kematian) pemotongan hewan tiga Kecamatan.

Yakni Kecamatan Cakung, Jatinegara, dan Pulogadung yang dilakukan jajaran Sudin KPKP Jakarta Timur di lokasi pemotongan hewan.

"Untuk hasil pemeriksaan organ paru hari kedua pemotongan yang dibuang sebanyak 5.420 gram. Dibuang karena terjangkit pneumonia (penyakit paru)," ujarnya.

Proses pemotongan hewan kurban yang dilakukan di Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2020)
Proses pemotongan hewan kurban yang dilakukan di Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2020) (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Temuan organ paru tak layak konsumsi berasal dari lokasi pemotongan hewan di wilayah Kecamatan Cakung, Jatinegara, dan Matraman.

Irma menuturkan jumlah organ paru yang dibuang pada hari pemeriksaan postmortem kedua berkurang bila dibanding hari pertama.

"Hari pertama pemotongan kemarin kita menemukan 29.900 gram paru yang terjangkit pneumonia. Untuk limpa, hasil pemeriksaan di hari pertama dan kedua semua layak konsumsi," tuturnya.

Irma menyebut pemeriksaan postmortem bakal terus dilakukan hingga H+3 Idul Adha 1441 Hijriah, yakni Senin (3/8/2020) mendatang.

Begal Berkaos Doraemon Tak Berkutik Digerebek di Kontrakan

Pandemi Covid-19, Mohammad Ahsan Lebih Banyak Habiskan Waktu Bersama Keluarga

Sekitar 130 petugas Dinas KPKP DKI disebar ke setiap lokasi pemotongan hewan kurban tersebar di 10 Kecamatan Jakarta Timur.

"Tujuannya memastikan daging kurban yang dibagikan ke mustahik (penerima daging kurban) layak konsumsi. Jadi kita cek dulu sebelum panitia membagikan daging," lanjut Irma.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved