Breaking News:

Marak Kasus Tawuran di Kota Bekasi, Polisi Petakan Titik Rawan Pondokgede dan Jatiasih

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko mengatakan, pihaknya memetakan beberapa daerah rawan terjadinya aksi tawuran.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko saat dijumpai di Posko Gugus Tugas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Senin, (3/8/2020) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Aksi tawuran tengah marak terjadi di wilayah Kota Bekasi, dalam kurun waktu satu bulan terakhir terdapat empat kasus dengan tiga diantaranya menelan korban jiwa.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko mengatakan, pihaknya memetakan beberapa daerah rawan terjadinya aksi tawuran.

"Tentu dengan kejadian tersebut kita sudah petakan lokasi rawan tawuran, kita tempatkan personel baik itu secara statis di lokasi rawan tersebut juga kita lakukan patroli, pada jam rawan," kata Wijonarko, Senin, (3/8/2020).

Lokasi rawan tawuran lanjut dia, diantaranya Kecamatan Pondok Melati wilayah hukum Polsek Pondokgede dan Kecamatan Jatiasih wilayah hukum Polsek Jatiasih.

Empat kasus tawuran yang terjadi selama kurun waktu satu bulan terakhir, berlangsung di dua kecamatan tersebut.

"Ya beberapa wilayah seperti kejadian yang terulang di Jatiasih sudah dua kali, lalu di Pondokgede juga makanya kita lakukan upaya antisipasi termasuk beberapa wilayah kita monitor," terangnya.

Wijonarko juga menghimbau, peran serta orangtua tetap mengawasi anak di masa belajar daring akibat pandemi Covid-19.

Sebab, tiga kejadian tawuran yang berlangsung sebulan terakhir melibatkan tawuran antar-pelajar hingga menyebabkan meninggal dunia.

"Peran orangtua juga sangat penting karena di satu sisi saat pandemi inikan tidak ada kegaiatan tatap muka namun kenyataannya ada kejadian tawuran," ucapnya.

Unggah Foto Pernikahan Cak Malik dan Yuliana, Penyanyi Dangdut Nella Kharisma: Alhamdullilah

Pemain Muda Berbakat Persija Punya Kiat Khusus Jadi Supersub di Lapangan

"Disamping itu kita memberdayakan potensi masyarakat supaya kejadian tawuran tidak terulang lagi," tandasnya.

Adapun empat kasus terjadi, pada Minggu (5/7/2020) tawuran antar geng di Jatikramat, Jatiasih mengakibatkan satu orang meninggal dunia bernama Irfan Saputra (26).

Kemudian, pada Jumat (17/7/2020) tawuran antar pelajar terjadi di Jalan Raya Cikunir, Jatiasih mengakibatkan satu orang pelajar meninggal dunia berinisial MBJ (16).

Selanjutnya, pada Sabtu (1/8/2020) dini hari ada bentrok antar kelompok warga terjadi di kawasan Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi. Tawuran itu mengakibatkan satu orang luka-luka.

Lalu pada Minggu (2/8/2020) kemarin, seorang pelajar berinisial GSN (17), tewas dalam aksi tawuran yang terjadi di depan minimarket Pasar Lama Jalan Raya Hankam, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved