Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Anggota DPRD DKI Syarifudin Minta Gubernur Anies Perhatikan Nasib Pengusaha Tenda Hajatan

Syarifudin mengaku sudah banyak mendapat keluhan dari para pengusaha tenda tentang nasib usahanya di masa pandemi Covid-19 ini.

TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarifudin 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Pandemi Covid-19 berdampak ke semua sektor usaha. 

Terlebih, masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta yang belum diketahui kapan akan berakhir membuat para pelaku usaha kian menjerit.

Satu diantaranya dikeluhkan para pengusaha tenda hajatan di kampung-kampung. 

Belum dibolehkannya ada pesta pernikahan yang dihadiri banyak orang membuat usaha mereka gigit jari.

Beberapa dari pengusaha tenda hajatan terpaksa merumahkan pegawainya karena tak adanya pemasukan.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarifudin mengatakan, dirinya sudah banyak mendapat keluhan dari para pengusaha tenda tentang nasib usahanya di masa pandemi Covid-19 ini.

"Sudah puluhan pengusaha tenda yang datang dan mengeluh ke saya. Mereka sudah enam sekitar lima bulan enggak ada pemasukan, padahal mereka juga punya keluarga dan pegawai," kata Syarifudin kepada TribunJakarta.com, Selasa (4/8/2020).

Dikatakan Syarifudin, para pengusaha tenda meminta kepastian kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kapan izin keramaian untuk menggelar resepsi pernikahan kembali diperbolehkan.

Nantinya, lanjut dia, para pengusaha tenda mengaku siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk mematuhi protokol kesehatan selama berlangsungnya acara bila sudah diizinkan ada pesta resepsi.

Diketahui, izin pernikahan di masa PSBB transisi saat ini masih sebatas hanya akad nikah dan dihadiri oleh tamu yang terbatas.

Warga belum diperbolehkan menggelar resepsi hajatan di kampung-kampung yang mengundang banyak orang

Untuk itu, dia meminta Anies memperhatikan nasib para pengusaha tenda agar mereka bisa melanjutkan usahanya.

"Intinya mereka minta ada kepastian dan dicarikan solusinya bagaimana agar para pengusaha tenda di kampung-kampung ini tidak mati," ucap politisi Gerindra dari Dapil Jakarta Barat ini. (*)

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved