Breaking News:

Awalnya Ngobrol Santai, Ade Lalu Kalap Bunuh Pasutri, Niatnya Habisi Istri Rekannya dan Dibakar

Pembunuhan keji pasangan suami istri di Desa Yomani, Kecamatan Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah terbongkar. Pelaku sakit hati dituding maling.

KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Tersangka pembunuhan pasutri, Ade Setiawan (30) yang mengaku sakit hati dituding tidak jujur dan disamakan dengan maling. 

Ade yang sempat kabur dari lokasi akhirnya berhasil dibekuk polisi beberapa jam kemudian dalam pelariannya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dugaan Bisnis Lovebird

Pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Tegal dibunuh secara sadis di kediamannya, Rabu (29/7/2020) dini hari.

Pembunuhan itu pun menggegerkan warga Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Korban diketahui bernama Handi Purwanto (31) dan Citra Wati (25).

Mereka dibunuh atas dugaan bisnis burung love bird.

Polisi telah menangkap seorang tersangka bernama inisial AS.

Pengayuh Becak Ditemukan Meninggal Terbujur Kaku di Depan Pasar Elang Pademangan

Tersangka saaat ini sedang dilakukan pemeriksaan.

"Tersangka sudah kami amankan di Polres Tegal dan masih dilakukan pemeriksaan serta cek kesehatan. Terkait motif pelaku, diduga terkait masalah bisnis karena pelaku ada kerja sama jual burung love bird pada korban," kata Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Iqbal Simatupang pada Tribunjateng.com, Rabu (29/7/2020).

"Nah mungkin dalam kerjasamanya ada keterlambatan pembayaran, sehingga pelaku khilaf dan mendatangi korban. Terjadi cekcok, menganiaya sehingga tewas," sambungnya.

Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Iqbal Simatupang mendatangi TKP di rumah korban dan tetangga yang persis berada di belakang.

Dikutip dari TribunJateng.com, lokasi kejadian dipenuhi oleh masyarakat yang penasaran ingin melihat, dan petugas dari kepolisian Polres Tegal.

Di bagian depan, samping, dan belakang rumah korban, banyak terlihat bekas darah yang sudah mengering.

Diduga Aniaya Peliharaan, Enam Pengamen Topeng Monyet di Cakung Diminta Alih Profesi

Bahkan di depan rumah tetangga korban, terdapat banyak bekas darah di teras, lantai, tembok, jendela, dan dekat pintu.

AKBP Iqbal mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini masih dalam tahap olah TKP di rumah korban.

Mulai dari lantai 1, 2, dan ke belakang bagian rumah tetangga korban.

Terkait perkembangan kasusnya, Iqbal menyebut akan memberikan informasi lebih lanjut nantinya.

Nyawa Bayi Tak Dapat Diselamatkan

Diketahui isteri korban yaitu Citra Wati (25) sedang hamil 8 bulan.

Karena keberingasan tersangka, nyawa bayi dalam kandungan pun tidak bisa diselamatkan.

"Tersangka ada unsur pembunuhan berencana. Karena sebelum ke rumah korban, tersangka sudah membawa sebilah pisau dan bensin."

"Ini masih data awal dan akan kami dalami, mengapa tersangka membawa pisau dan bensin tersebut. Barang-barang korban tidak ada yang hilang dan aman," Iqbal.

Sosok Korban

Perwakilan keluarga korban Handi, yaitu Kakek Ramli (67) mengatakan, korban Handi yang merupakan cucunya semasa hidup adalah sosok anak yang pendiam.

Handi dan istri baru menikah sekitar setahun dan sebentar lagi akan memiliki anak.

Handi merupakan warga asal Duren Sawit, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Citra berasal dari Comal, Kabupaten Pemalang.

Menurut Ramli, sang cucu tidak pernah berbisnis burung tetapi memiliki counter HP dan menjadi agen.

"Saya terakhir kali ketemu dengan korban, cucu saya Handi sekitar sebulan yang lalu. Keluarga semua ada di Duren Sawit. Saya tidak pernah mendengar korban memiliki masalah dengan siapa pun karena anaknya pendiam. Sama saya saja jarang komunikasi, kecuali ada perlu," terangnya.

Ramli menuturkan, Handi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Ayahnya bernama Sudarto, ibu Ma'rifah.

Korban memang hanya tinggal berdua karena keluarga lain ada di Duren Sawit.

Permintaan Keluarga

Ramli pertama kali mendapat kabar duka tersebut dari orangtua korban.

Sedangkan yang melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian tetangga korban.

"Kalau saya dari pihak keluarga ya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa dihukum mati karena ini pembunuhan berencana. Dari pihak keluarga ya ingin demikian, nyawa harus dibalas nyawa juga," tandasnya. (TribunJateng/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istri Hamil 9 Bulan dan Suami Dibunuh Rekan Bisnis, Motifnya Sakit Hati Disebut .

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya .

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved