Breaking News:

Ini Kawasan Dengan Jumlah Pelanggar Operasi Patuh Jaya Paling Banyak di Kota Depok

Titik terbanyak pelanggar di Kota Depok adalah di depan Gerbang Tol Cisalak I, Cimanggis

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Erwin Aras Genda, saat memberikan keterangan terkait hasil Operasi Patuh Jaya 2020, Selasa (4/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sebanyak 7.200 pelanggar terjaring Operasi Patuh Jaya 2020 yang dilaksanakan Unit Lantas Polres Metro Depok di sejumlah ruas jalan sejak 23 Juli 2020 hingga hari ini.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Erwin Aras Genda, menuturkan, titik terbanyak pelanggar di Kota Depok adalah di depan Gerbang Tol Cisalak I, Cimanggis, Kota Depok.

“Titik terbanyak paling banyak kami temui tentunya di Jalan Raya Bogor di Gerbang Tol Cisalak I yang mana pada pagi hari masyarakat banyak yang enggan berputar sehingga melawan arus di samping tol,” kata Erwin di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Selasa (4/8/2020).

Lanjut Erwin, titik ke-dua pelanggar terbanyak ada di Jalan raya Nusantara, Beji, yang didominasi oleh kaum ibu-ibu yang hendak ke Pasar.

“Ke-dua di Nusantara, kebanyakan ibu-ibu dari pasar melawan arus karena kases putra balik cukup jauh, dan hal ini tentu membahayakan karena dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Masih kata Erwin, banyak juga pelanggar yang tidak mengenakna helm di Jalan Raya Siliwangi dan Tole Iskandar. Sementara di Jalan Raya Margonda, masih ada pelanggar yang melawan arus meskipun persentasenya kecil.

Operasi Patuh Jaya 2020, Depok Jadi Kota Penyumbang Pelanggar Terbesar

Evaluasi Satu Minggu Operasi Patuh Jaya, Dirlantas Polda Metro Jaya Tindak 43.000 Pelanggar

Jalan di Tanjung Duren Sudah Beberapa Bulan Dibiarkan Berlubang 

Terakhir, Erwin berujar bahwa selama kegiatan Patuh Jaya ini berlangsung, tidak ada satu pun kendaraan yang diamankan oleh pihaknya.

“Selama kegiatan ini tidak ada kendaraan yang kita amankan karena tidak memiliki dokumen. Rata-rata mereka memiliki dokumen sehingga kebanyakan kita hanya melakukan penilangan terhadap kesalahan yang mereka lakukan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved