Breaking News:

Kebijakan Ganjil Genap

Sosialisasi Ganjil Genap, Jumlah Pelanggar di Jakarta Barat Diklaim Terus Menurun

Jumlah pelanggar ganjil genap di Jakarta Barat selama masa sosialisasi hingga hari ini terus menurun.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Purwanta saat meninjau sosialisasi ganjil genap di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Jumlah pelanggar ganjil genap di Jakarta Barat selama masa sosialisasi hingga hari ini terus menurun.

"Jumlah pengendara yang ditegur karena melanggar ganjil genap semakin menurun. Dimana pada hari pertama (Senin) ada 100 pengendara, kemudian di hari kedua ada 69 pengendara dan kemarin ada 58 pengendara. Jadi sudah mulai menurun, tapi memang tetap masih ada juga dan itu terus kami sosialisasi," kata Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Purwanta ditemui di perempatan Tomang, Jakarta Barat, Kamis (7/8/2020).

Purwanta menuturkan, untuk di Jakarta Barat, selain di Jalan S Parman, Jalan Kali Besar Selatan arah Jalan Gajah Mada maupun Hayam Wuruk juga terkena kebijakan ganjil genap.

Diketahui, sosialisasi ganjil genap di Jakarta yang dimulai Senin (3/8/2020) dan seharusnya berakhir pada Rabu (7/8/2020) kemarin ternyata diperpanjang hingga Minggu (9/8/2020).

"Sehingga penerapan penindakan dengan tilang baru diterapkan Senin 10 Agustus 2020 pekan depan," kata Kompol Purwanta.

Diketahui, setelah dihentikan sementara selama tiga bulan karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kebijakan ganjil genap mulai diterapkan kembali di Jakarta sejak Senin (3/8/2020) dengan diawali sosialisasi.

Kebijakan ganjil genap bakal diterapkan setiap Senin-Jumat, mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB di pagi hari dan sore hari pada pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Selain tak berlaku bagi sepeda motor, ada beberapa kendaraan lain yang juga dikecualikan, yaitu kendaraan yang membawa masyarakat disablitas, ambulans, pemadam kebakaran, dan angkutan umum berpelat kuning.

Kemudian, kendaraan yang digerakan dengan motor listrik; kendaraan lembaga tinggi negara RI; kendaraan dinas operasional berplat dinas/warna dasar merah, TNI, Polri; kendaraan pimpinan dan pejabat asing, serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.

Selanjutnya, kendaraan angkutan barang, khusus bahan bakar minyak dan gas; kendaraan untuk memberikan pertolongan bagi kecelakaan lalu lintas; dan kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri, seperti mengangkut uang dengan pengamanan Polri.

Pantauan arus lalu lintas di Jalan S. Parman, Tomang, Jakarta Barat, Kamis (7/8/2020) pagi.
Pantauan arus lalu lintas di Jalan S. Parman, Tomang, Jakarta Barat, Kamis (7/8/2020) pagi. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Adapun 25 jalan yang kena ganjil genap ialah:
1. Jalan Medan Merdeka Barat
2. Jalan MH Thamrin
3. Jalan Jenderal Sudirman
4. Jalan Jenderal S Parman, mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto
5. Jalan Gatot Subroto
6. Jalan MT Haryono
7. Jalan HR Rasuna Said
8. Jalan DI Panjaitan
9. Jalan Jenderal Ahmad Yani, mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
10. Jalan Pintu Besar Selatan
11. Jalan Gajah Mada
12. Jalan Hayam Wuruk
13. Jalan Majapahit
14. Jalan Sisingamangaraja
15. Jalan Panglima Polim
16. Jalan Fatmawati, mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang
17. Jalan Suryopranoto
18. Jalan Balikpapan
19. Jalan Kyai Caringin
20. Jalan Tomang Raya
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan simpang Jalan Diponegoro
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved