Breaking News:

Jelajah Rasa di Gang Belakang Kongsi Pasar Baru, Ada Apa Saja?

Gang Belakang Kongsi di kawasan Pasar Baru menjajakan beberapa macam kuliner khas Tionghoa.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana Gang Belakang Kongsi, di Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Gang Belakang Kongsi di kawasan Pasar Baru menjajakan beberapa macam kuliner khas Tionghoa.

Pemandangan itu bisa dilihat dari sepenggal pertama jalan saat kita memasuki mulut gang tersebut.

Sebelum memasuki gang, tepatnya di sampingnya, berdiri megah restoran Bakmi Gang Kelinci yang terbilang legendaris.

Suasana Gang Belakang Kongsi, di Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2020).
Suasana Gang Belakang Kongsi, di Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Bakmi ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1957. Dulu, restoran ini berawal dari sebuah rumah.

Tempatnya berada di dalamGang Belakang Kongsi.

Kemudian, usaha Bakmi Gang Kelinci kian besar sampai berada di depan Jalan Kelinci Raya.

Bakmi Gang Kelinci sudah terkenal di mana-mana. Kalangan artis beberapa kali mampir ke sana.

Nah, karena adanya Bakmi Gang Kelinci ini banyak orang juga salah kaprah menyebut nama Gang Belakang Kongsi menjadi Gang Kelinci.

Suasana Gang Belakang Kongsi, di Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2020).
Suasana Gang Belakang Kongsi, di Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Saya selalu suka menyantap bakmi spesial AK di sana. Semangkuk mie dengan taburan potongan daging ayam asin dan daging ayam kecap yang mantap di lidah.

Halaman
123
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved