Breaking News:

Nilai Anak Buah Gagap Atasi Banjir, Anies Baswedan: Padahal Kejadiannya Tiap Tahun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencecar anak buahnya yang dianggap gagap dalam mengantisipasi banjir yang kerap melanda ibu kota.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencecar anak buahnya yang dianggap gagap dalam mengantisipasi banjir yang kerap melanda ibu kota.

Menurutnya, penanganan banjir yang selama ini dilalukan oleh anak buahnya itu terkesan mendadak.

Padahal, banjir sendiri seolah menjadi Tradisi di Jakarta setiap musim hujan tiba.

"Setiap tahun (penanganan banjir) kita buat seakan baru pertama kali, kita anggap ini kejadian insidental. Padahal, kejadian ini tiap tahun," ucapnya dalam video rapat yang dilihat TribunJakarta.com, Jumat (7/8/2020).

Anies menilai, hal ini tak terlepas dari tidak adanya standar operasional prosedur (SOP) terkait antisipasi, penanganan genangan banjir, dan penanganan sesudah air surut (recovery).

Untuk itu, ia meminta jajarannya segera menyusun SOP dan membuat sistem peringatan dini agar banjir bisa diantisipasi, khususnya terkait air kiriman dari wilayah hulu.

"Jadi, kalau Bendungan Katulampa tinggi muka airnya sekian, tempo kirimannya sekian, (pintu air) Manggarai sekian, lalu wilayah mana yang kena banjir itu sudah ada algoritma yang dipakai untuk memprediksi dan mempersiapkan," ujarnya.

Dengan demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bisa segera menyiapkan tenda darurat dan Dinas Kesehatan juga bisa menyiagakan petugasnya.

"Kesiapan seperti ini baru namanya early warning system," kata Anies.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved