Breaking News:

Pandemi Tak Halangi Siswi Kelas 6 SD Ini Raih Prestasi di Dunia Tari

Pandemi Covid-19 yang membuat banyak kegiatan terhenti tak berarti berhentinya prestasi Gendis Ayuningtyasti Cundamani (11) di dunia tari.

TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Gendis berfoto bersama piala yang diraihnya di ajang Gebyar Ranowi 2020. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Pandemi Covid-19 yang membuat banyak kegiatan terhenti tak berarti berhentinya prestasi Gendis Ayuningtyasti Cundamani (11) di dunia tari.

Selama pandemi Covid-19, siswi kelas VI Sekolah Dasar ini sudah tiga kali meraih gelar juara tari tradisional dari lima event yang diikutinya.

Tak hanya di tingkat Jakarta, melainkan juga perlombaan tari di tingkat Asia Tenggara berhasil dijuarainya.

Tentunya, perlombaan tari yang dilakukannya tak secara tatap muka, tetapi melalui virtual.

"Jadi dia nari di rumah pakai perlengkapan lengkap sambil direkam, nanti videonya dikirim ke panitia dan diumumkan pemenangnya," kata Yulia Susi (44), ibunda Gendis saat ditemui TribunJakarta di penyerahan piala Gebyar Ranowi 2020 di Pusat Pelatihan Seni Budaya Jakarta Barat, Cengkareng, Jumat (7/8/2020).

Di acara Gebyar Ranowi 2020 yang diikuti 87 peserta dari sejumlah sanggar tari di Jakarta dan sekitarnya, Gendis yang notabene masih anak-anak berhasil jadi juara umum.

"Di event ini, dia membawakan tarian tradisional Tari Kalang Sunda," kata Yulia.

Selain di Gebyar Ranowi 2020, Yulia menyebut dua event lain yang dimenangkan sang anak yakni ajang Asean Dance Competition dan ajang tari yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

"Di dua event itu alhamdulilah anak saya juara dua," kata Yulia.

Sementara itu, Gendis yang telah mengikuti sanggar tari sejak beberapa tahun lalu mengaku ada perbedaan antara berlomba saat normal dan melalui virtual di masa pandemi ini.

Ia sendiri lebih merasa nyaman tampil langsung di depan panggung yang disaksikan para penonton.

"Lebih nyaman pas normal soalnya tampilnya itu banyak yang nonton jadinya lebih semangat. Kalau sekarang kan direkam itu jadi banyak ulang-ulang sampai berapa kali," kata Gendis.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved