Breaking News:

Info Kesehatan

Kasus Corona Klaster Perkantoran Meningkat, Yuk Cek Sederet Tips agar Kantormu Aman

Berdasarkan analisis data klaster DKI Jakarta pada periode 4 Juni hingga 26 Juli 2020, klaster perkantoran menyumbang 3,6 persen dari total klaster.

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terdapat peningkatan kasus Covid-19 di klaster perkantoran selama kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta. 

Saat PSBB transisi, aktivitas perekonomian kembali bergeliat dan sebagian perkantoran kembali memberlakukan sistem kerja dari kantor. Sayangnya, hal ini juga membuat kontribusi klaster perkantoran terhadap penyebaran wabah Covid-19 ikut meningkat.

Berdasarkan analisis data klaster DKI Jakarta pada periode 4 Juni hingga 26 Juli 2020, klaster perkantoran menyumbang 3,6 persen dari total klaster.

Sebelum masa PSBB transisi, kasus positif Covid-19 hanya mencapai 43 kasus dari klaster perkantoran.

Bagi sebagian besar pekerja, berangkat ke kantor bukanlah pilihan, tetapi kewajiban. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mau tidak mau tetap pergi dari rumah dan bekerja di kantor, meskipun situasi pandemi saat ini belum kunjung reda.

Kerap Ngobrol Bareng, Dul Jaelani Ungkap Sosok Paling Royal Diantara Irwan Mussry & Mulan Jameela

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dan pekerja?

Berikut ini rangkuman sejumlah saran dan rekomendasi dari para praktisi sumber daya manusia (SDM) yang dihimpun oleh perusahaan software as a service untuk bisnis UMKM, Mekari.

1. Menerapkan Protokol Kesehatan Dengan Ketat

Agnes Thedora, HRD Manager Rollover Reaction mengatakan perusahaan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat di masa pandemi ini demi keamanan dan kenyamanan karyawannya. Hal ini meliputi penyemprotan disinfektan di kantor setiap hari.

“Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap hari pada area-area yang sering digunakan juga melakukan general cleaning setiap bulan. Kami juga melakukan rapid test setiap bulan, memberikan vitamin, mengimbau penggunaan alat makan dan ibadah pribadi, serta  intens melakukan monitoring karyawan yang kondisi kesehatannya kurang baik,” katanya melalui keterangan tertulis pada TribunJakarta, Sabtu (8/8/2020).

Halaman
123
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved