Breaking News:

Pengusaha Industri Alih Daya Apresiasi Rencana Pemerintah Tambah Diskon Angsuran PPh 25 Jadi 50%

Menurut Mira Sonia, kebijakan ini berdampak baik pada industri alih daya di Indonesia.

ISTIMEWA
Anggota Forum Komunikasi Alih Daya Indonesia (FADI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI), Mira Sonia mengapresiasi langkah pemerintah menambah diskon angsuran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 dari 30% menjadi 50%.

Tujuannya untuk mengungkit perekonomian di semester II-2020. 

Menurut Mira Sonia, kebijakan ini berdampak baik pada industri alih daya di Indonesia.

"Karena dalam PMK 86/2020 sebagian besar KLU perusahaan yang tergabung dalam Abadi sudah masuk dalam penerima insentif. Sementara terhadap rencana Pemerintah memberikan kebijakan menaikkan diskon angsuran PPh Pasal 25 dari 30% ke 50% sangat menarik bagi industri alih daya pasca menurunnya pendapatan usaha akibat Covid-19," ujar Sonia saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Perpajakan Yon Arsal mengatakan Kemenkeu saat ini tengah menyusun Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang merevisi ketentuan insentif pajak dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.

Diberitakan sebelumnya, insentif pajak terkait hal ini, tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 86/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019. 

Beleid tersebut diterbitkan karena memperluas cakupan WP penerima insentif yang merupakan revisi dari PMK 44/2020 yang mengatur hal sama.

PMK 44/2020 pun adalah perluasan dari PMK 23/2020 yang juga terkait insentif pajak.

Melalui tiga kali revisi itu, Ditjen Pajak telah memperluas cakupan penerimanya.

Semula, hanya 102 klasifikasi lapangan usaha (KLU) yang dapat menikmati insentif tersebut sesuai PMK 23/2020.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved