Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Ada Kasus Positif Covid-19 Meninggal Dunia, Pedagang & Pengunjung Pasar Mayestik Diminta Tidak Panik

Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin saat ditemui di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Para pedagang dan pengunjung Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diminta untuk tidak panik setelah adanya temuan kasus positif Covid-19.

Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

"Pedagang dan masyarakat pengunjung pasar tidak perlu panik berlebihan terkait hal tersebut. Sampai saat ini upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 terus dilakukan di area pasar," kata Arief saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2020).

Arief juga meminta pedagang dan pengunjung berperan aktif menjaga kebersihan diri dan lingkungan pasar.

Caranya dengan menggunakan masker, lebih sering mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak.

"Sistem dan aturan terus dilakukan untuk menjaga pasar terhindar dari penularan Covid-19. Jumlah pengunjung juga sudah dibatasi. Ini bagian dari upaya tersebut, kita harap semuanya saling menjaga dan mengingatkan," ujar dia.

Perumda Pasar Jaya akhirnya membenarkan bahwa terdapat kasus positif Covid-19 di Pasar Mayestik.

"Bahwa salah seorang pedagang box di lantai semi basement terpapar Covid-19, yang sebelumnya sempat kami nyatakan sebagai hoax, dengan ini kami nyatakan bahwa berita tersebut adalah benar adanya," kata Arief.

Pedagang tersebut merupakan seorang perempuan yang berdomisili di Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat.

Arief menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mencari informasi tentang suami dan anak pedagang tersebut.

"Kondisi suami almarhumah dan anaknya belum dapat diketahui pasti, karena ketika dicoba menghubungi keluarganya belum dapat konfirmasi," terang dia.

Sebelumnya, Kepala Pasar Mayestik, Riskan, menyebut temuan kasus positif Covid-19 itu sebagai berita bohong alias hoaks.

"Terkait berita itu saya akan beri klarifikasi bahwa itu hoaks. Yang benar adalah bahwa yang meninggal itu pedagang keranjang di lantai semi basement," ujar Riskan.

"Yang bersangkutan meninggal karena sakit yang sudah menahun dan jauh sebelum Covid-19 (Pembengkakan hati dan flek jantung)," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved