Breaking News:

Food Story

Pantjoran Tea House, Kafe Unik Dengan Kisah Bersejarah: Sajikan Teh Gratis Untuk Masyarakat

Dahulu, mulai dari tukang ojek, warga yang melintas, siapapun boleh menikmati air teh yang disajikan di dalam teko.

TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Pantjoran Tea House, kafe unik di kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Jalan-jalan ke kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, ada banyak kuliner menarik yang bisa kamu cicipi.

Salah satunya, adalah Pantjoran Tea House, kedai teh yang berdiri di sebuah bangunan bersejarah tepat di Jalan Pancoran Nomor 4, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.

Dahulu, bangunan ini merupakan sebuah apotek yang berdiri pada tahun 1928 namun pada 2015 bangunan ini dijadikan sebagai sebuah kedai teh yang unik.

Jika kamu berkunjung, kamu akan melihat jajaran teko-teko berwarna hijau di bagian depan kedai yang sekilas tampak sederhana.

Ada delapan teko teh dijajarkan di atas sebuah meja bersama dengan susunan gelasnya.

Rupanya, jajaran teko ini memiliki filosofi dimana disebut sebagai Patekoan, yaitu tradisi yang sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 1600an untuk memberikan teh gratis kepada masyarakat.

"Patekoan punya filosopi. Filosofinya itu tea for people, tea for harmony. Artinya teh mempersatukan seluruh ras. Oleh saat itulah seluruh yang minum bebas. Tanpa membedakan ras. Kenapa sekarang masih menyediakan itu, karena kita mempertahankan tradisi itu sampai sekarang," kata Agus Rudy, selaku PR Pantjoran Tea House, Minggu (9/8/2020).

'Pa' secara harfiah berarti delapan, sedangkan 'tekoan' memiliki arti sebagai teko.

Angka delapan secara filosofis dianggap sebagai angka keberuntungan karena bentuknya yang tak pernah putus.

Halaman
123
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved