Breaking News:

Grup Pornografi Berbayar Dibongkar

Demi Upah Rp 50 Ribu, Remaja Rela Jadi Model Live Show di Grup Pornografi

Remaja perempuan yang jadi model bugil di grup pornografi hanya diupah Rp 50.000 setiap beradegan.

Tribunnews.com/istimewa
Ilustrasi pornografi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Remaja perempuan yang jadi model bugil di grup pornografi hanya diupah Rp 50.000 setiap beradegan.

Padahal, remaja itu diharuskan live show telanjang dan ditonton oleh para anggota grup tersebut.

Adapun para anggota grup tersebut diwajibkan membayar Rp 150 ribu kepada pengelola grup untuk setiap pertunjukan live show.

"Saya tanyakan berapa  yang dia dapat ini bisa sampai Rp 50.000 katanya. Jadi uang sangat sedikit tapi tidak sebanding dengan resiko yang dia dapatkan," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina dalam siaran langsung akun instagram @polres_jakbar, Senin (10/8/2020).

Putu memaparkan, alasan remaja itu mau menjadi model tersebut karena himpitan uang.

"Saya tanya kamu enggak takut, ya dia bilang butuh uang jadi ingin memiliki uang terus menerus," ucap Putu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, remaja tersebut  mengaku sudah ikut dalam pembuatan konten pornografi di grup tersebut sejak 2019 lalu tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Dalam seminggu, anak tersebut bisa membuat 10 konten pornografi, entah itu phone seks, video call seks, ataupun aktivitas seksual yamg disiarkan secara langsung.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru menyebut saat ini sudah ada sekitar 600 anggota di grup pornografi yang dikelola para tersangka.

"Mereka mengelola akun tersebut sudah lebih dari 600 orang anggotanya dan keuntungan sementara yang kita ketahui Rp 1 sampai Rp 4 juta perbulan," papar Audie.

Dalam kasus ini sudah ada tiga tersangka berinisial P, DW dan RS yang dibekuk di kawasan Kapuk Poglar, Cengkareng, Jakarta Barat pada 5 Agustus 2020.

Sementara salah satu tersangka lainnya berinisial BP masih diburu polisi.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 45 Ayat 1 juncto Pasal 27 Ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 trntang perubahan UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Sedangkan remaja perempuan yang jadi korban para pelaku dibina oleh KPAI.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved