Pelajar Tewas Dianiaya di Pondok Pinang

Tawuran Maut di Pondok Pinang Tewaskan Pelajar SMA, Kronologi Versi Ayah Korban dan Saksi Mata

Tawuran maut di Jalan Pondok Pinang Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020) menewaskan Tajri Anhar (17).

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Sejumlah pelajar kembali terlibat tawuran di Jalan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2017). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tawuran maut di Jalan Pondok Pinang Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020) menewaskan Tajri Anhar (17).

Pelajar SMA itu tewas setelah menjadi korban pengeroyokan dalam peristiwa tawuran yang terjadi sekira pukul 04.00.

Tajri menghembuskan nafas terakhir setelah dibacok di bagian punggung.

Terdapat kesaksian berbeda antara ayah korban bernama Syarif Efendi dengan sekuriti Usmin yang menjadi saksi mata dalam tawuran maut tersebut.

TribunJakarta.com merangkum sejumlah fakta mengenai kasus tersebut.

Orangtua Korban Yakin Anak Tak Tawuran

Ayah korban pembacokan di Pondok Pinang, Syarif Efendi, saat ditemui di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020).
Ayah korban pembacokan di Pondok Pinang, Syarif Efendi, saat ditemui di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Orangtua Korban, Syarif Efendi (55), meyakini anaknya bukan pelaku tawuran.

Ia berpendapat Tajri merupakan korban salah sasaran dari para pelaku tawuran.

"Saya yakin salah sasaran dan anak saya nggak tawuran. Dia nggak bawa senjata apa-apa dari rumah," kata Syarif saat ditemui TribunJakarta.com di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020).

Kronologi Versi Ayah Korban

Syarif Efendi (55), ayah korban pembacokan di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yakin anaknya bukan pelaku tawuran.

Menurut dia, anak bungsunya bernama Tajri Anhar sedang dalam perjalanan pulang ke rumah saat terjadi pengeroyokan dan pembacokan.

"Saya yakin salah sasaran dan anak saya nggak tawuran. Dia nggak bawa senjata apa-apa dari rumah," kata Syarif saat ditemui TribunJakarta.com di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020).

Peristiwa pengeroyokan hingga berbuntut pembacokan ini terjadi pada Sabtu (8/8/2020) sekitar pukul 04.00.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved