Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Jelang Berakhirnya PSBB Masa Transisi, Jumlah Kasus Covid-19 di DKI Hari Ini Naik 471 Kasus

PSBB masa transisi berakhir pada 13 Agustus mendatang, penambahan kasus Covid-19 di DKI masih cukup tinggi.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi pada 13 Agustus mendatang, penambahan kasus Covid-19 di DKI masih cukup tinggi.

Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Fify Mulyani memaparkan, ada penambahan 471 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini.

Adapun penambahan ini berdasarkan hasil swab test PCR yang dilakukan di sejumlah jejaring labotatorium pemeriksaan Covid-19.

"Dilakukan tes PCR sebanyak 5.401 spesimen dengan 4.522 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosa kasus baru. Hasilnya, 471 positif dan 4.051 negatif," ucapnya, Selasa (11/8/2020).

Dari 471 kasus positif ini, Fify menyebut, 90 kasus di antaranua merupakan akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan.

Dengan demikian, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta sampai hari ini sebanyak 26.664 kasus.

"Rinciannya 16.927 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 63,5 persen dan 953 orang meninggal dengan tingkat kematian 3,6 persen," ujarnya.

Fify juga melaporkan, nilai positivity rate di DKI sepekan terakhir berada di angka 8,4 persen.

"Sedangkan positivity rate Indonesia sebesar 15,2 persen dan WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," kata dia.

Untuk menekan angka positivity rate ini, Fify pun mengajak seluruh lapisan masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Caranya dengan menjalankan 3M, yaitu memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1,5 hingga 2 meter, dan rajin mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir secara rutin.

"Selama vaksin belum tersedia, maka penularan wabah harus dicegah bersama-sama dengan disiplin menegakkan pembatasan sosial dan protokol kesehatan," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved