Breaking News:

Pandemi Covid-19, Pendapat Asli Daerah Kota Tangerang Turun Rp 2 Miliar

Pemerintah Kota Tangerang merasakan dampak yang cukup signifikan dari sektor ekonomi karena pandemi Covid-19.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui awak media di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Rabu (29/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang merasakan dampak yang cukup signifikan dari sektor ekonomi karena pandemi Covid-19.

Menurut Wali Kota Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, pihaknya menderita penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pandemi ini.

Ia menjelaskan, kalau PAD Pemerintah Kota Tangerang perharinya turun sampai Rp 2 miliar.

"Sudah mulai naik walaupun engga normal ya. Jadi kalau dulu per hari bisa Rp 7 miliaran, sekarang di angka Rp 5 miliaran," terang Arief saat dihubungi media, Rabu (12/8/2020).

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Tembus 26.664 Kasus, Wagub Riza Patria: Tak Ada Pasien Terbengkalai

Itu pun, lanjut dia, karena banyaknya relaksasi pajak untuk berbagai kalangan seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PPB).

"Ya kita kan kita kasih relaksasi (pajak) supaya mereka win-win solution. Agar pengusaha bisa sedikit ringan, dan pemerintah kota bisa mendorong pertumbuhan," kata Arief.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang berencana akan memberikan modal usaha kepada korban PHK.

"Pemkot Tangerang juga sedang persiapan mau memberikan bantuan modal kerja, jadi untuk start up lah," ujar Arief.

Gudang Transmart Bintaro Tangsel Dikuras Maling, 65 TV dan Home Theatre Raib Dibawa Kabur

Bantuan tersebut memang ditujukan untuk korban PHK tapi, lanjut Arief, bisa diberikan kepada warga yang memang membutuhkan untuk berwirausaha.

Menurutnya, besaran yang akan diberikan berjumlah antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.

"Kisarannya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, nanti mereka mengajukan usulannya, kita evaluasi. Mudah-mudahan itu bisa membantu menggerakkan ekonomi," ucap Arief.

Kendati demikian, pihaknya masih mengkaji cara pendistribusian, penyeleksian, dan target sasaran yang akan menerima bantuan modal wirausaha.

Menikmati Manisnya Gudeg Yogya Bu Hani di Mampang Prapatan Jakarta Selatan

"Cuma kita verifikasi, memang keluarganya benar-benar penghasilannya terganggu. Kalau masih ada yang kerja atau usaha ya engga kita kasi. Yang benar-benar kena PHK dan tidak kerja itu kita kasih bantuan," tutup Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved