Breaking News:

Hendak Menangkap, Polisi Dianiaya Ibu dan Anak Pemilik Miras Ganja 

Hendak lakukan penangkapan, sejumlah anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat justru dianiaya

TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Pasangan ibu dan anak yang lakukan penganiayaan kepada polisi karena memiliki miras berisi ganja dihadirkan di Polres Jakarta Barat, Kamis (13/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Hendak lakukan penangkapan, sejumlah anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat justru dianiaya.

Peristiwa tersebut terjadi saat anggota hendak menangkap pemilik narkoba jenis ganja di Perumahan Serenia Hills, Blok V/82, Karang Tengah no 9, Lebak Bulus Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020) malam.

Saat dilokasi, anggota yang berusaha menciduk pelaku justru dilempar botol kaca dan dipukuli menggunakan tongkat baseball oleh orang yang belakangan diketahui anggota keluarga itu. 

Kejadian ini membuat sejumlah anggota terluka. 

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan, anggotanya sudah menerapkan SOP saat akan menangkap pelaku, termasuk dengan didampingi petugas keamanan komplek.

"Dengan didampingi sekuriti itu ke rumah pelaku. Saat itu ketika pelaku mengetahui yang datang polisi, dia kemudian lari," kata Audie di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/8/2020).

Lantaran orang yang dicarinya melarikan diri, polisi pun berusaha mengejarnya.

Namun, para pelaku justru menyerang polisi dengan melempari sejumlah barang termasuk memukuli dengan tongkat baseball.

"Pelaku juga mencoba mengalihan perhatian, mengaburkan upaya pemberantasan narkoba dengan cara mengatakan petugas kami polisi gadungan," kata Audie.

Amankan Ibu dan Anak

Setelah diwarnai aksi penganiayaan, polisi akhirnya berhasil menangkap perempuan berinisial M (49) dan putranya berinisial IM (31) serta barang bukti minuman alkohol mengandung ganja.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Ronaldo Maradona Siregar mengataka, dari hasil pemeriksaan, minuman tersebut dibeli pelaku dari luar negeri.

Pandemi Covid-19, Jumlah WNA Bermasalah di Jakarta Barat Menurun

Antisipasi Penularan Covid-19, Mendagri Tito Larang Lomba Panjat Pinang Hingga Makan Kerupuk 

Fahri Hamzah Tertawa, Jokowi Tersenyum Jelaskan Pemberian Penghargaan Meski Berbeda Sikap Politik

"Memang mungkin di luar negeri legal atau sah. Tapi Undang-Undang yang berlaku di Indonesia terkait Narkotika UU Nomor 35 Tahun 2009 ganja itu masuk narkotika golongan I dan dilarang peredarannya di Indonesia," kata Ronaldo.

Sedangkan untuk kasus penganiayaan, Ronaldo menyebut ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved