Jumlah PMKS di Jakarta Pusat Mengalami Penurunan saat Masa Pandemi Covid-19
Menurut Ngapuli, penurunan data PMKS ini ditengarai pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas mereka terbatas.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jakarta Pusat tercatat sebanyak 165 orang.
Hal ini dibenarkan Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Parangin-angin, saat dihubungi, Kamis (13/8/2020).
Ngapuli mengatakan, data PMKS tersebut dihimpun hingga Juli 2020.
"Berdasarkan data, jumlah PMKS pada 2020 mengalami penurunan sebesar 47 persen gelandangan dan 80,7 persen pengemis," kata Ngapuli.
"Saat Januari sampai Juli pada 2019, PMKS yang terjangkau sebanyak 272 gelandangan dan 47 pengemis,” ujar dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (13/8/2020).
• AEON Mall BSD Kembali Dibuka Setelah Ditutup 7 Hari terkait Kasus Positif Covid-19
• Aksi Keji 2 Gadis di Majalengka Bunuh Nenek Maemunah, Cekik Korban Saat Kepergok Curi Barang
Menurut Ngapuli, penurunan data PMKS ini ditengarai pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas mereka terbatas.
Kemungkinan, para PMKS tersebut tidak terdata oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat lantaran berada turun ke jalanan.
"Faktor pandemi Covid-19 di Indonesia, jadi mempengaruhi pergerakan PMKS beraktivitas di jalan,” kata dia.
Namun, Ngapuli mengatakan pihaknya terus menjangkau PMKS di Jakarta Pusat.
"Kami terus melakukan penjangkauan agar Jakarta Pusat bebas dari PMKS," tutur Ngapuli.