Breaking News:

Mendagri Tito Karnavian Sindir Wali Kota Depok Pakai Masker N95: Jumlah Terbatas untuk Tenaga Medis

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, siang ini menyambangi Kantor Kecamatan Tapos, Kota Depok, dalam rangka melaunching gerakan dua juta masker.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (kiri) saat memberikan sambutan launching gerakan dua juta masker di Aula Kantor Kecamatan Tapos, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COMM, TAPOS – Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian, siang ini menyambangi Kantor Kecamatan Tapos, Kota Depok, dalam rangka melaunching gerakan dua juta masker.

Dalam kesempatan tersebut, Tito sempat ‘menyindir’ masker yang dikenakan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yang berjenis N95.

Ia menyebut, masker N95 yang jumlahnya terbatas dan dikenakan oleh orang nomor satu di Kota Depok ini, meskinya diperuntukan bagi tenaga medis.

“Masker ini macam-macam, masker yang dipakai Pak Wali itu N95, fine itu terbaik. Tapi saran dari beberapa ahli, karena terbatas, sebaiknya digunakan tenaga medis yang berhadapan dengan yang positif,” ujar Tito dalam sambutannya di lokasi, Kamis (13/8/2020).

Bagi Karyawan Swasta Cara Mengecek Dapat atau Tidak BLT dari Pemerintah Melalui BPJS Ketenagakerjaan

Tito juga berujar,saat ini masker yang kebanyakan digunakan oleh masyarakat adalah masker kain, yang mana cukup efektif untuk menangkal penyebaran virus dan bisa dicuci serta digunakan kembali.

Kemudian, Tito juga menjabarkan hasil penelitian dari beberapa ahli yang menyebut bahwa bilamana ada dua orang bertemu dan tak mengenakan masker, maka ke-duanya memiliki resiko 90 persen mtertular atau pun menularkan virus.

Sementara bila ada dua orang yang bertemu dan hanya satu diantaranya yang mengenakan masker, resiko penularan menurun menjadi 30 persen.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Launching Gerakan 2 Juta Masker di Kota Depok

"Kalau pakai masker satu, yang sakit pakai masker, risikonya lima persen. Kalau dua-duanya pakai, itu 1,5 persen,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved