BNN Sebut Peredaran Narkoba yang Dikendalikan Napi Meningkat

Upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mencegah napi berbisnis narkoba dalam penjara tampaknya belum berhasil.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TribunKaltim
Ilustrasi Narkoba 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mencegah napi berbisnis narkoba dalam penjara tampaknya belum berhasil.

Tak hanya karena mayoritas peredaran narkoba yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) masih dikendalikan napi dari berbagai Lapas.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan peredaran narkoba yang dikendalikan napi beberapa waktu terakhir meningkat.

"Sejauh ini kasus penyelundupan yang dilakukan napi memang kembali meningkat, kisarannya 10-15 persen," kata Arman saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2020).

Berikut 4 Alasan Agar Kamu Tak Perlu Ragu Beli Produk Lokal, Apa Saja?

Padahal sejak beberapa tahun sebelumnya BNN dan Direktorat Narkoba Mabes Polri sudah memperingati Ditjen PAS masalah ini.

Nama-nama gembong narkoba yang masih dapat berbisnis dari penjara sudah disampaikan ke Ditjen PAS untuk ditindaklanjuti.

"Karena para bandar narkotika ini masih dapat memberikan perintah dan bertransaksi karena adanya bantuan fasilitas yang diberikan oleh oknum lapas," ujarnya.

Arman menuturkan BNN mengapresiasi langkah Ditjen PAS yang sudah memindahkan 41 gembong narkoba ke Lapas Nusakambangan.

Namun melihat peningkatan peredaran narkoba yang dikendalikan napi, dia berharap Ditjen PAS terus berbenah terkait pengawasan.

Sedang Asyik Main, Seorang Anak Tewas Tersambar Petir di Tangerang

"Kemarin kami berharap dengan pemindahan itu bisa sedikit mengurangi, namun masih ada saja napi yang bermain," tuturnya.

Arman menyebut bila Ditjen PAS serius memberantas peredaran narkoba dalam Rutan dan Lapas pihaknya siap membantu.

Menurutnya yang terpenting adalah menindak tegas oknum pegawai Ditjen PAS bila kedapatan membantu napi berbisnis narkoba.

"Karena itu kami berharap untuk dilakukan reformasi didalam lapas dengan menindak oknum yang terlibat dengan napi," lanjut Arman.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved