Breaking News:

Pergerakan Penumpang Garuda Indonesia Secara Perlahan Mulai Menuju ke Arah Normal

Pergerakan penumpang maskapai Garuda Indonesia mulai menunjukan pertumbuhan sedikit demi sedikit.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra (kanan) saat ditemui di area Hangar 2 GMF AeroAsia Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarra.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pergerakan penumpang maskapai Garuda Indonesia mulai menunjukan pertumbuhan sedikit demi sedikit.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, kenaikan jumlah penumpang sudah mulai naik walau masih jauh dari angka normal sebelum pandemi Covid-19.

"Berubah betul tiap hari, sekarang penumpang sudah mulai meningkat, sudah di level 30 persen," kata Irfan di Hangar 2 GMF AeroAsia, Kamis (13/8/2020).

Untuk bertahan di tengah pandemi ini, Irfan mengaku bertumpu didua sektor penerbangan yakni, charter dan kargo.

Menurut Irfan, fasilitas layanan charter transportasi penerbangan, ternyata membawa angin segar di tengah krisis Pandemi Covid-19.

Sektor tersebut bisa mengangkat keterpurukan bisnis transportasi udara bagi maskapai yang menyediakannya.

"Memang saat pandemi ini, selain kita terus coba untuk recovery penumpang reguler, kita fokus pada dua lainnya. Yakni layanan charter dan kargo, pada charter kita sudah berhasil kerjasamakan dengan berbagai perusahaan," ucap Irfan.

Presiden Jokowi Pakai Baju Adat Sabu NTT saat Hadiri Sidang Tahunan MPR/DPR 2020

Motivasi Suimin Diharja Bersedia Tukangi Persikota Tangerang

Gubernur DKI Jakarta Kenang Sosok Cucu Ahmad Kurnia, Anies Baswedan: Pribadi Berhati Baik

Pada sektor charter, menurutnya, selama masa pandemi menjadi salah satu kebutuhan utama sektor industri yang semakin menjanjikan bagi fokus bisnis penerbangan.

Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan pendapatan layanan penerbangan tidak berjadwal Garuda Indonesia yang menunjukkan peningkatan signifikan.

Terlihat dalam laporan keuangan maskapai plat merah tersebut di laporan keuangan Semester pertama tahun 2020.

"Yaitu meningkat hingga 392,38 persen menjadi 21,54 juta USD dari periode sebelumnya, yaitu 4,37 juta USD berdasarkan laporan keuangan," ucap Irfan.

Sebelumnya, Garuda Indonesia melalui layanan charter juga turut memfasilitasi proses penerbangan repatriasi baik untuk Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing dari dan ke berbagai negara.

Seperti Brasil, Kolombia, Sri Lanka, Maladewa, Panama, Filipina, Vietnam, Thailand, Jepang, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Korea Selatan.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved