Persija Glory 2001: Tempat Kumpulnya Sang Juara, Rutin Bertanding dan Gelar Coaching Clinic

Persija Glory 2001 itu melaksanakan pertandingan ekshibisi menghadapi Persis Solo all star dan Askab PSSI Karanganyar, pada pekan lalu.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Suharno
Dokumentasi pribadi Persija Glory 2001
Para pemain Persija Glory 2001 berkumpul menjalani partai ekshibisi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Para legenda Persija Jakarta yang berhasil meraih gelar juara Liga Indonesia 2001 masih sering terlihat berkumpul dan menjalani pertandingan secara bersama-sama.

Terbaru, tim yang diberi nama Persija Glory 2001 itu melaksanakan pertandingan ekshibisi menghadapi Persis Solo all star dan Askab PSSI Karanganyar, pada pekan lalu.

Para mantan pemain Persija yang kini rata-rata sudah beralih menjadi seorang pelatih itu turut meramaikan pertandingan tersebut.

Nama-nama pemain yang hadir antara lain Gendut Dony, Widodo Cahyono Putro, Imran Nahumamury, Anang Ma'ruf, Budi Sudarsono, Nur Alim, Washiyatul Akmal, Agus Supriyanto, dan pemain-pemain lainnya.

Humas dari Persija Glory 2001, Washiyatul Akmal, mengatakan timnya dalam beberapa bulan terakhir memang sering berkumpul dan bermain bersama.

Momen berkumpulnya para pemain Persija Glory 2001 didasari oleh keinginan dari seluruh anggotanya untuk bisa berkumpul dan menjaga silaturahmi dengan baik.

Setiap berkumpul para pemain Persija Glory 2001 pasti melaksanakan pertandingan ekshibisi atau uji coba.

"Kita kemarin Persija glory baru dapat undangan di Tawangmangu, kita main di sana. Main lawan Persis Solo all star dan Askab Karanganyar. Di sana juga main bupatinya," kata Akmal kepada TribunJakarta, Jumat (14/8/2020).

Tak hanya pertandingan uji coba, Akmal memastikan tim Persija glory 2001 selalu menyempatkan untuk melakukan coaching clinic.

Disetiap daerah atau lawan yang dihadapi, para pemain Persija Glory 2001 pasti akan membagikan ilmu kepada masyarakat di sekitarnya.

"Sebelum main kita juga lakukan coaching clinic dari temen-temen Persija glory, semuanya dipandu Widodo, Gendut Dony dan temen-temen lainnya," ujarnya.

Menurut Akmal, coaching klinik menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan karena sebagian besar pemain Persija Glory 2001 sudah beralih profesi menjadi pelatih sepak bola.

Untuk itu, momen tersebut turut dimanfaatkan para pemain persija Glory 2001 untuk berbagi pengalaman dan ilmu kepada masyarakat di sekitarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved