Breaking News:

HUT ke 75 Kemerdekaan RI

Sejarah Peristiwa Berdarah Lengkong, Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan RI di Tangsel

Rumah Lengkong dan Monumen Lengkong menjadi saksi bisu perjuangan para Tentara Republik Indonesia (TRI) mempertahankan kemerdekaan di Tangsel.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Rumah Lengkong, di bilangan Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel, Jumat (14/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Rumah Lengkong dan Monumen Lengkong menjadi saksi bisu perjuangan para Tentara Republik Indonesia (TRI) mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di wilayah Tangerang Selatan ( Tangsel).

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, yang menyambangi dua cagar budaya di bilangan Lengkong Wetan, Serpong itu, bercerita tentang sejarah Peristiwa Lengkong.

Sejarah Peristiwa Lengkong

Ben, sapaan karibnya, menjelaskan, saat itu Indonesia belum genap satu tahun merdeka.

Pada 25 Januari 1946, tentara Jepang masih berdiam di Tangsel yang saat itu masih dikenal dengan nama Tangerang.

Mayor Daan Mogot yang memimpin Akademi Militer Tangerang, berunding dengan tentara Jepang untuk pelucutan senjata secara damai.

Ikut TC Timnas U-19 Indonesia, Elkan Baggott Belum Punya Banyak Teman di Indonesia

Membawa 34 taruna akademi, Daan Mogot berusaha menyukseskan perundingan tanpa pertumpahan darah.

"Untuk melucuti senjata Jepang di sini, maka berkumpullah tentara Jepang, kemudan Mayor Daan Mogot dengan 34 tarunanya itu datang ke sini kemudian berunding dengan Jepang," ujar Ben di Monumen Lengkong, Jumat (14/8/2020).

Saat sedang berunding di Rumah Lengkong, tiba-tiba letusan tembakan pecah.

Halaman
123
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved