Breaking News:

HUT ke 75 Kemerdekaan RI

Wakil Wali Kota Tangsel Sambangi Monumen Lengkong, Kenang Perjuangan Paman Menhan Prabowo

Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI), salah satu yang termasyhur adalah Peristiwa.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengunjungi monumen dan rumah Lengkong tersebut yang berlokasi di bilangan Jalan Soebianto, Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel, Jumat (14/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI), salah satu yang termasyhur adalah Peristiwa Lengkong.

Pada peristiwa Lengkong tersebut tiga perwira Tentara Republik Indonesia (TRI) dan 34 taruna Angkatan Militer Tangerang, tewas ditembaki tentara Jepang pada Maret 1946.

Tiga perwira TRI yang merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat itu adalah Mayor Daan Mogot, Letnan I Soetopo dan Letnan I Soebijanto Djojohadikusumo, paman dari Menteri Pertahanan yang saat ini dijabat Prabowo Subianto.

Selain Letnan I Soebijanto, salah satu taruna yang gugur, atas nama Soejono Djojohadikoesoemo, juga paman dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Peristiwa itu diabadikan dengan dibuatnya sebuah monumen bertuliskan daftar para pahlawan yang gugur di Lengkong.

Selain monumen, di area yang sama juga terdapat Rumah Lengkong, tempat perundingan pelucutan senjata tentara Jepang sebelum terjadi pertempuran berdarah.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengunjungi monumen dan rumah Lengkong tersebut yang berlokasi di bilangan Jalan Soebianto, Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel, Jumat (14/8/2020).

"Saya berharap monumen sejarah ini tidak dilupakan oleh masyarakat Tangerang Selatan khususnya, umumnya masyarakat Tangerang," ujar Benyamin di depan monumen Lengkong.

Benyamin mengatakan, Peristiwa Lengkong bisa jadi mengingat warga Tangsel akan perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang saat ini dinikmati.

Terlebih, beberapa hari lagi, kemerdekaan Indonesia akan berusia 75 tahun. Waktu yang cukup lama untuk dinikmati tanpa tekanan penjajah.

"Bagi kita di Tangerang Selatan ini sebuah introspeksi menghargai kemerdekaan, menghargai pembangunan bahwa kita menikmati hari ini atas perjuangan darah yang ditumpahkan, nyawa yang ditumpakhan para pejuang kita. Ini harus menjadi sebuah proees pembelajaran dalam membentuk nasionalisme republik. Pancasila tidak tergantikan, NKRI harga mati," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved