Cerita Mbah Khotimah, Dagangan Raib Dibawa Penipu Sampai Kudu Pulang Jalan Kaki: Ngakunya Mau Borong

Mbah Khotimah (70), nenek penjual jajanan pasar di Semarang, Jawa Tengah, tak dapat lagi menyembunyikan kesedihannya.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Suharno
Tangkapan Layar Kompas.com
Mbah Khotimah (70) seorang nenek penjual jajanan pasar keliling di Jalan Jangli IV RT 3 RW 9 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candi Sari (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mbah Khotimah (70), nenek penjual jajanan pasar di Semarang, Jawa Tengah, tak dapat lagi menyembunyikan kesedihannya.

Pasalnya, uang hasil ia berjualan selama berhari-hari sebesar Rp 400 ribu raib digasak penipu.

Bukan cuma uang, penipu itu juga membawa kabur dagangan mbah Khotimah.

Alhasil, Mbah Khotimah tidak bisa memberikan uang setoran kepada pemilik dagangan.

Padahal uang untuk tiap makanan yang dijualnya, Mbah Khotimah hanya mengambil keuntungan sedikit, yakni hanya Rp 300.

"Uang yang hilang itu Rp 400.000 dan dagangan yang kalau diuangkan sekitar Rp 50.000," ungkap Mbah Khotimah pilu.

Kisah Pilu Indriana yang Tinggal di Kandang Ayam, Tetap Tempuh Pendidikan Meski Kerap Diejek Teman

Pura-pura Jadi Pembeli

Malang yang menimpa Mbah Khotimah berawal dari datangnya seorang wanita mengendarai sepeda motor hitam, Selasa (11/8/2020).

Masih lekat dalam ingatan Mbah Khotimah, kala itu ada seorang wanita mengenakan cealna jeans datang menghampirinya.

Wanita tersebut menghampiri Mbah Khotimah dan mengaku ingin memborong kue dagangannya.

"Bu, saya mau beli semua dan pesan banyak untuk besok sore karena mau ada acara ," kata Mbah Khotimah menirukan ucapan pembeli itu.

Mbah Khotimah (70) seorang nenek penjual jajanan pasar keliling di Jalan Jangli IV RT 3 RW 9 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candi Sari (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Mbah Khotimah (70) seorang nenek penjual jajanan pasar keliling di Jalan Jangli IV RT 3 RW 9 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candi Sari (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) (Tangkapan Layar Kompas.com)

Hati Mbah Khotimah begitu gembira tatkala mendengar wanita tersebut hendak membeli seluruh dagangannya.

Sebab, apabila dagangannya habis ia pun bisa segera pulang dan beristirahat di rumah.

Tanpa ada perasaan curiga, Mbah Khotimah membungkuskan jajanan pasar dagangannya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved