Breaking News:

Mbah Khotimah, Penjual Jajanan Pasar yang Ditipu Pembeli Dapat Bantuan dari Jokowi: Saya Gak Nyangka

Kisah Mbah Khotimah (70), nenek penjual jajanan pasar di Semarang, Jawa Tengah yang ditipu pembeli rupanya terdengar oleh Presiden Joko Widodo.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Suharno
Tangkapan Layar Kompas.com
Mbah Khotimah (70), penjual jajanan pasar yang ditipu pembelinya 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kisah Mbah Khotimah (70), nenek penjual jajanan pasar di Semarang, Jawa Tengah yang ditipu pembeli rupanya terdengar oleh Presiden Joko Widodo.

Cerita Mbah Khotimah yang menyentuh hati warganet, rupanya juga menyentuh hati Presiden Jokowi.

TONTON JUGA:

Mbah Khotimah tetap sabar meski telah ditipu dah kehilangan duluruh uang hasil jualannya selama berhari-hari.

Kesabaran Mbah Khotimah rupanya tidak sia-sia, kini keikhlasannya itu berbuah manis.

Langsung Dikirim Bantuan

Siang itu, kesedihan Mbah Khotimah akhirnya berganti senyuman.

Tatkala seorang laki-laki mendatangi Mbah Khotimah yang tengah menyapu halaman.

Cerita Mbah Khotimah, Dagangan Raib Dibawa Penipu Sampai Kudu Pulang Jalan Kaki: Ngakunya Mau Borong

"Wonten menapa nggih, Pak (Ada apa ya, Pak)?" tanya Mbah Khotimah pada laki-laki yang mendatanginya.

Rupanya pria yang mendatanginya itu adalah asisten ajudan Presiden Jokowi, AKP Syarif Muhammad Fitriansyah.

Syarif pun menyampaikan amanah dari orang nomor satu di Indonesia itu.

Ia menyerahkan bantuan berisi uang tunai serta sembako dari Jokowi.

"Ini ada sedikit bantuan langsung dari Bapak Presiden Jokowi. Kebetulan kemarin Pak Jokowi mendengar kabar berita tentang ibu (Mbah Khotimah). Beliau langsung telepon ingin memberikan bantuan kepada Mbah Khotimah," kata Syarif.

Mbah Khotimah (70) saat menerima bantuan dari Presiden Jokowi melalui asisten ajudannya, AKP Syarif Muhammad Fitriansyah.
Mbah Khotimah (70) saat menerima bantuan dari Presiden Jokowi melalui asisten ajudannya, AKP Syarif Muhammad Fitriansyah. (Tangkapan Layar Kompas.com)

Syarif juga menyampaikan salam presiden untuk Mbah Khotimah.

"Salam juga dari beliau semoga sehat selalu. Mohon diterima," tutur dia.

Mendengar itu, Mbahk Khotimah tak menyangka bahwa kisahnya diketahui oleh Presiden Jokowi.

Ia lebih terkejut lantaran presiden secara langsung mengutus seseorang untuk memberikan bantuan kepadanya.

"Saya tak menyangka mendapat bantuan ini."

Hendak Beli Kerupuk, Bocah 8 Tahun di Bekasi Pergoki Pemilik Warung Bersama Pria di Kamar Mandi

"Saya senang sekali dapat bantuan dari Pak Presiden. Terima kasih Pak Jokowi. Nanti mau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," mata Mbah Khotimah berkaca-kaca penuh haru.

Diwartakan sebelumnya, Mbah Khotimah tertipu oleh seorang wanita yang datang bepura-pura hendak memborong dagangannya.

Mulanya Mbah Khotimah merasa gembira, lantaran dagangannya akan segera habis terjual.

Tapi siapa sangka, pembeli yang datang itu rupanya menipu Mbah Khotimah.

"Bu, saya mau beli semua dan pesan banyak untuk besok sore karena mau ada acara ," kata Mbah Khotimah seraya menirukan ucapan pembeli itu.

Mbah Khotimah (70) seorang nenek penjual jajanan pasar keliling di Jalan Jangli IV RT 3 RW 9 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candi Sari (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Mbah Khotimah (70) seorang nenek penjual jajanan pasar keliling di Jalan Jangli IV RT 3 RW 9 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candi Sari (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) (Tangkapan Layar Kompas.com)

Tanpa ada perasaan curiga, Mbah Khotimah membungkuskan jajanan pasar dagangannya.

Namun ketika hendak diserahkan, perempuan itu mengaku tak membawa uang.

"Setelah saya bungkus, terus dia (pembeli) bilang bayar di rumah saja ya Bu, sekalian yang pesanan juga," lanjut dia.

Pelaku pun meminta Mbah Khotimah membonceng sepeda motornya dan berdalih pulang ke rumah untuk mengambil uang.

Mbah Khotimah pun tanpa curiga menuruti semua perkataan perempuan tersebut.

Detik-detik Mahasiswi S2 Hukum Tewas Dibunuh Kekasih, Pelaku Lap Keringat untuk Hilangkan Jejak

Termasuk saat perempuan itu menyarankan Mbahk Khotimah menaruh dompetnya di dashboard sepeda motor, dengan alasan agar tidak jatuh.

"Ya terus saya bonceng dan mbak itu bilang, Bu dompetnya taruh di dashboard saja biar tidak jatuh. Lalu saya nurut saja dan menyerahkan dompet saya," ucapnya.

Padahal di dalam dompet Mbah Khotimah terdapat uang hasil jualan berhari-hari senilai Rp 400.000.

Tak banyak keuntungan yang didapat Mbah Khotimah dari berjualan jajanan pasar.

Ia hanya mengambil keuntungan Rp 300 dari setiap makanan yang ia jual.

Lama Mbah Khotimah membonceng perempuan tersebut, ia mulai curiga lantaran tak kunjung sampai di tujuan.

perempuan itu malah menurunkan Mbah Khotimah di depan gudang pabrik.

Alasannya, kunci rumahnya tertinggal di rumah ibunya.

Tiba-tiba, perempuan itu kabur begitu saja.

Mbah Khotimah baru menyadari uang di dalam dompet dan keranjang dagangannya ikut dibawa pergi.

"Setelah kejadian, saya mau pulang sama bingung, mau naik ojek juga enggak ada uang. Akhirnya saya pulangnya jalan kaki sekitar dua kilometer," kata Mbah Khotimah.

Tak hanya kehilangan uang, Mbah Khotimah juga tak bisa menyetorkan uang hasil jualannya kepada pemilik dagangan.

(TribunJakarta/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved