Breaking News:

Unik, Terbentang Bendera Merah Putih Sepanjang 162 Meter di Gunung Kaler Kabupaten Tangerang

Warga Kabupaten Tangerang mempunyai cara unik untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Indonesia.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Terbentang bendera merah putih di Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang sepanjang 162 meter, Minggu (16/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Warga Kabupaten Tangerang mempunyai cara unik untuk merayakan HUT Ke-75 Republik Indonesia.

Sebab, warga Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang membentangkan bendera merah putih sepanjang 162 meter.

Bendera yang dibuat sendiri oleh warga ini dipasang di Jalan Syekh Nawawi, di depan Kantor Desa Kedung, Kabupaten Tangerang.

Kepala Desa Kedung, Saadullah mengatakan, pembuatan bendera panjang ini merupakan inisiatif masyarakat.

Kebakaran di Pondok Kopi Duren Sawit, Damkar Jakarta Timur Kerahkan 17 Unit Mobil Pompa

Alasannya tak lain dan tak bukan untuk membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Lantaran, pada perayaan HUT RI tahun ini, warga harus menahan diri untuk tidak melakukan perlombaan atau aktivitas di luar rumah.

"Pemasangan bendera terpanjang di Desa Kedung ini juga bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme," kata Saadullah, Minggu (16/8/2020).

Bendera yang memiliki panjang seratusan meter dan lebar 80 sentimeter ini dikerjakan selama tiga hari tiga malam dengan dana yang dihabiskan sebesar Rp 3 juta.

Bocah 8 Tahun di Bekasi Pergoki Pemilik Warung Bersama Pria di Kamar Mandi, Ada yang Pegang Pisau

"Untuk mulai dari bahan hingga bambu, untuk pemasangannya dilakukan secara gotong royong dengan perwakilan dari setiap RT yang ada di Desa Kedung ini," ujar Saadullah.

Terpasangnya bendera ini, ternyata menjadi daya tarik masyarakat untuk berfoto dilokasi tersebut atau sekedar mengabadikan momen.

Selain itu, ia juga berharap, dengan dibuatnya bendera panjang ini, warga dapat semakin mencintai negara ini dan tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan yang telah memerdekakan bangsa Indonesis dari penjajahan.

"Diharapkan rasa nasionalisme warga tetap terjaga dan tidak terkikis oleh jaman," ungkapnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved