Breaking News:

HUT ke 75 Kemerdekaan RI

Kisah Pejuang Kemerdekaan RI Berusia 99 Tahun Dapat 8 Luka Tembak Hingga Tak Sadar 40 Hari

Raut wajah Abah Emang memancarkan senyum ramah meski telah berusia 99 tahun. Ia pernah terlibat adu tembak dengan tentara Belanda.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJabar/Istimewa
Dedi Mulyadi dan Abah Emang, pejuang kemerdekaan 

Tepatnya pada tahun 1948 atau 3 tahun seusai kemerdekaan, agresi militer kedua pecah, Abah Emang bersama puluhan tentara lain terlibat baku tembak dengan pasukan Belanda di perkebunan karet di Kalijati, Subang, Jawa Barat.

Ternyata, yang gugur dalam pertempuran itu tidak hanya tiga kawan Abah Emang, tetapi satu kompi tertembus timah panas Belanda.

Bahkan Abah Emang sendiri tertembus 8 tembakan di punggung, tangan, kaki termasuk kepala.

Beruntung peluru mengenai kepalanya tidak separah yang didapatkan pada kaki kirinya.

Dengan delapan peluru yang bersarang di tubuhnya, saat itu Abah hanya pasrah kepada Tuhan.

Darah segar terus menutupi wajahnya. Bahkan dengan menahan sakit, ia hanya bisa tergeletak di perkebunan karet di Kalijati Subang.

Doanya terkabul, ketika itu ada dua perempuan melintas, dengan suara paraunya dia berteriak meminta tolong. Bahkan meminta kedua perempuan tersebut untuk membawakan air minum dan menutup wajahnya dengan dedaunan.

Awalnya kedua perempuan itu ketakutan apalagi dengan kondisi Abah Emang yang bersimbah darah, kedua perempuan tersebut memberi air yang dibawa dengan daun pisang.

Setelah meminum air itu, Abah Emang minta wajahnya ditutupi daun. Dengan alasan supaya dingin.

Bukannya dingin, ternyata Abah Emang semakin kepanasan ketika wajahnya tertutup daun pisang tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved