Breaking News:

HUT ke 75 Kemerdekaan RI

Kisah Pejuang Kemerdekaan RI Berusia 99 Tahun Dapat 8 Luka Tembak Hingga Tak Sadar 40 Hari

Raut wajah Abah Emang memancarkan senyum ramah meski telah berusia 99 tahun. Ia pernah terlibat adu tembak dengan tentara Belanda.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJabar/Istimewa
Dedi Mulyadi dan Abah Emang, pejuang kemerdekaan 

Tak berapa lama, jantungnya berdetak kencang.

Pasalnya, pasukan Belanda melakukan patroli, untuk memastikan bahwa para tentara Indonesia ini telah gugur.

Menjelang Maghrib, Abah Emang baru mendapatkan pertolongan.

Salah seorang warga, lantas membawanya untuk dievakuasi ke tempat aman.

Setelah itu, kakek lima anak ini tak sadarkan diri selama 40 hari.

Komunitas Ciliwung Depok Gelar Upacara Peringatan Hut ke-75 Republik Indonesia di Tepi Aliran Sungai

Wali Kota Jakarta Barat: Dulu Pejuang Lawan Penjajah, Sekarang Kita Lawan Covid-19

Dalam ketidaksadarannya, Abah Emang sering meracau dengan menggunakan bahasa Belanda.

Bahkan, ketika sadar, makannya juga inginnya roti, bukan nasi ataupun singkong.

Seiring dengan berjalannya waktu, Abah Emang mulai sembuh. Namun karena luka tembak itu, dia akhirnya pensiun dini jadi tentara. Bahkan di usia 25 tahun dia pensiun, hanya 5 tahun sebagai TRI.

Setelah pensiun, Abah Emang beraktivitas menjadi petani. Kemudian menikah dan memiliki lima anak. Kini ia hidup berdua dengan istri barunya, sebab istri pertama sudah meninggal dunia.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi memberikan sejumlah uang untuak bekal Abah Emang dan keluarganya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved