Breaking News:

Persidangan YouTuber Putra Siregar

Jaksa Bawa Saksi Ahli Kementerian Perdagangan untuk Buktikan Putra Siregar Jual Handphone Ilegal

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Milono mengatakan saksi ahli tersebut guna membuktikan dakwaan yang dibuat.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Putra Siregar saat mendengar keterangan pegawainya bersama tim kuasa hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (18/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kejaksaan Negeri Jakarta Timur bakal menghadirkan saksi ahli dalam kasus dugaan penjualan handphone ilegal yang dilakukan Putra Siregar.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Milono mengatakan saksi ahli tersebut guna membuktikan dakwaan yang dibuat.

"Saksi ahli ada dari Perindag (Kementerian Perdagangan), tapi nanti kita lihat yang lainnya," kata Milono di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (18/8/2020).

Alasannya masalah handphone ilegal tidak hanya ditangani Kementerian Perindustrian (Kemenperin), tapi juga Kementerian Perdagangan.

Saat pemerintah mengumumkan bakal menindak penjual handphone ilegal, Kemendag ikut dilibatkan mencegah handphone ilegal beredar.

Kehadiran saksi dari pihak Kemenperin pun masih dimungkinkan guna membuktikan tindak kepabeanan yang diduga dilakukan Putra.

"Selain saksi ahli juga kita hadirkan penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta yang menangani kasus ini (Putra Siregar)," ujarnya.

Insiden Pengusiran Petugas Bawaslu Membuat Citra Timses Muhamad-Saraswati Dianggap Arogan

Personel SID Beberkan Karakter Jerinx kepada Polisi, Permohonan Penangguhan Penahanan Ditolak

Namun dia belum dapat memastikan sosok yang dihadirkan dalam sidang beragendakan mendengar keterangan saksi pada Senin (24/8/2020)

Pasalnya dalam sidang agenda mendengar saksi yang hari ini dihadirkan ada sejumlah orang yang tidak menghadiri undangan.

"Kita lihat nanti, kita diskusi dengan tim dulu bagaiamana baiknya. Kita akan hadirkan saksi saksi yg mendukung untuk pembuktian kita," tuturnya.

JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Timur mendakwa Putra Siregar melakukan tindak sesuai pasal 103 huruf d UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Bila terbukti bersalah berdasar vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Putra terancam minimal 2 dan maksimal 8 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved